All New Rush Banjir Pesanan, Toyota Astra Motor Cermati Situasi

PT Toyota Astra Motor (TAM) masih membaca situasi soal permintaan New Rush yang diluar ekspektasi perusahaan. Berdasarkan data internal perusahaan, surat pemesanan kendaraan (SPK) low sport unitlity vehicle (LSUV) ini sudah mencapai lebih dari 20.000 unit sepanjang dua bulan pertama 2018.
Muhammad Khadafi | 18 Maret 2018 17:15 WIB
Model berpose bersama mobil Toyota All New Rush, di salah satu sudut Kota Bandung, Jabar, Rabu (7/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) masih membaca situasi soal permintaan All New Rush yang diluar ekspektasi perusahaan. Berdasarkan data internal perusahaan, surat pemesanan kendaraan (SPK) low sport unitlity vehicle (LSUV) ini sudah mencapai lebih dari 20.000 unit sepanjang dua bulan pertama 2018.

Perusahaan tidak mau terburu-buru meningkatkan volume produksi secara signifikan. “Kami lagi usahakan untuk meningkatkan produksi Rush. Tetapi menaikan produksi tidak bisa sekejap,” kata Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto kepada Bisnis, Minggu (18/3/2018).

Soerjo menjelaskan produksi kendaraan bermotor tidak hanya bicara kemampuan pabrik dalam hal mesin. Namun juga manusia sebagai sumber daya.

Dengan demikian tidak mungkin meningkatkan angka produksi tanpa perhitungan matang. “Misal kami minta naik produksi 10.000 unit bulan ini. Bulan depan turun 5.000 unit. Nanti pekerjanya mau dikemanakan,” jelasnya.

Adapun pada awal tahun ini Rush menjadi jagoan baru TAM. Jumlah SPK mobil ini sudah 39,7% di atas pasokan ke diler Avanza yang menjadi tulang punggung perusahaan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pabrik ke diler New Rush pada Januari—Februari 2018 masih sepertiga dari total SPK, atau 6.991 unit. Perusahaan masih punya hutang 13.009 unit kepada konsumen.

Vice President TAM Henry Tanoto mengatakan fokus perusahaan saat ini adalah menghadirkan total ownership experience atau pengalaman kepemilikan mobil. Mengurangi waktu tunggu adalah satu strategi yang tengah diupayakan.

“Ini yang menjadikan kami harus menjaga alokasi yang cukup besar kepada Rush setidaknya untuk beberapa waktu kedepan, tetapi tetap menjaga agar tidak mengganggu pelayanan terhadap produk Toyota lainnya,” kata Henry.

Pembaruan Rush menjadikan model ini kembali menjadi pemimpin segmen LSUV. Honda, harus rela menyerahkan titel tersebut.

Dari data Gaikindo, New Rush menguasai 41,25% pasar LSUV. Diikuti kemudian oleh Honda HR-V 1.5 28,78%, lalu saudara kandung Rush, Terios 24,29%.

Tag : All New Toyota Rush
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top