Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Mesin Tempel Kapal Akan Menguat

Keseriusan pemerintah memperkuat sektor maritim membuat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersemangat. Perusahaan menilai potensi bisnis mesin tempel untuk kapal atau outboard motor (OBM) akan menguat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 08 Maret 2018  |  21:43 WIB
Shuji Oishi President Director PT SIM-SIS meresmikan diler Sinta Marine, Bali, Kamis (31/8 - 2017). / PT SIS
Shuji Oishi President Director PT SIM-SIS meresmikan diler Sinta Marine, Bali, Kamis (31/8 - 2017). / PT SIS

Bisnis.com, JAKARTA -- Keseriusan pemerintah memperkuat sektor maritim membuat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersemangat. Perusahaan menilai potensi bisnis mesin tempel untuk kapal atau outboard motor (OBM) akan menguat. 

Assistant to Dept Head of Outboard Motor SIS Leo Wijaya mengatakan saat ini Suzuki punya modal besar. Di saat pelaku usaha lain masuk sebagai importir umum, grup Indomobil ini masuk sebagai agen pemegang merek (APM).
"Ini hal yang berbeda, karena APM menyiapkan layanan purna jual dan mengedukasi konsumen komitmen jangka panjang kami," katanya di Media Gathering Suzuki, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya potensi bisnis ini ke depan sangat tergantung pada fokus pemerintah. Ekonomi kelautan akan dengan sendirinya mendorong pertumbuhan industri OBM.
Berdadarkan data internal SIS, penjualan total OBM sebanyak 20.000 unit per tahun. Suzuki menguasai pangsa pasar sekitar 8--12%.

Secara total volume domestik, setiap tahun tercatat pertumbuhan sekitar 2--3%. Kenaikan pasar bisa lebih tinggi beberapa tahun ke depan. 
"Saat daerah Timur terus berkembang. Kebutuhan transportasi juga akan naik. Di sana angkutan yang dibutuhkan kapal," jelas Leo.

Saat ini bisnis model OBM Suzuki adalah menyiapkan kebutuhan konsumen. Semua unit masih berstatus impor utuh atau completely built up (CBU).
Leo menjelaskan satu tantangan dalam industri ini adalah membaca pasar. Tidak seperti kendaraan bermotor yang melaju di darat, motor kapal yang dijual tidak bisa langsung digunakan konsumen.

"Kalau mobil atau motor bisa langsung dilacak dari nomor registrasi kendaraan," ujar Leo.

Kendati demikian dia mengatakan bahwa sejauh ini potensi bisnis paling kuat berada di wilayah timur Indonesia. Kawasan tersebut memiliki laut dengan nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan Indonesia bagian barat. Seperti diketahui daerah tersebut memiliki banyak laut dalam yang kaya akan keragaman ikan. 

Sementara itu pasar terbesar Suzuki OBM masih dari pemerintah. Sebanyak 65% didapat dari belanja APBN. 

Hal itu disebabkan oleh masih terbatasnya kemampuan finansial nelayan Indonesia. Tidak seperti negara maju, kebanyakan nelayan di negara ini masih tradisional. 
"Tapi niat pemerintah itu sangat bagus. Dampaknya akan terasa nanti ke depan," kata Leo.

Selain belanja pemerintah, SIS juga akan memanfaatkan tren positif pada industri pariwisata. Melalui diler Suzuki Marine, perusahaab akan fokus pada pemasaran OBM mesin 4 tak. 
Menurut Leo mesin 4 tak sangat cocok untuk digunakan sebagai kebutuhan transportasi pariwisata. Selain lebih unggul, mesin ini juga ramah lingkungan dan tidak menyemburkan emisi gas buang yang mengganggu.

"Saya sendiri suka diving [menyelam]. Kalau 4 tak itu enak tidak bau asapnya ke hidung," jelas Leo.

Sejauh ini penjualan mesin tempel tipe 4 berkontribusi sebesar 45% terhadap Suzuki Marine. Ke depan akan terus ditingkatkan dengan membidik daerah pariwisata. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suzuki
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top