Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nissan Targetkan Pendapatan Naik 28,91% Pada 2022

Nissan Motor Co Ltd mengumumkan perincian mengenai rencana jangka menengah Nissan M.O.V.E. to 2022 yang sedang berlangsung. Misi rencana enam tahun tersebut adalah untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan untuk memimpin evolusi teknologi dalam bisnis industri otomotif.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 November 2017  |  08:10 WIB
Nissan Targetkan Pendapatan Naik 28,91% Pada 2022
Nissan - Reuters/Nigel Roddis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nissan Motor Co Ltd mengumumkan perincian mengenai rencana jangka menengah Nissan M.O.V.E. to 2022 yang sedang berlangsung. Misi rencana enam tahun tersebut adalah untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan untuk memimpin evolusi teknologi dalam bisnis industri otomotif.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis, pada akhir rencana, yang mencakup konsolidasi proporsional dari usaha patungan Nissan di China, Nissan bertekad untuk meningkatkan pendapatan dari 12,8 triliun yen menjadi 16,5 triliun yen, dan menghasilkan kumulatif 2,5 triliun yen untuk arus kas bebas untuk bisnis otomotif, dengan marjin operasi sebesar 8% .

Adapun rencana jangka menengah ini adalah yang pertama kali diumumkan setelah melakukan pembelian 34% saham Mitsubishi Motors Corp pada tahun lalu. Dengan demikian Mitsubisih telah bergabung dengan aliansi Nissan dan Renault.

Sebelumnya, pada September, aliansi mengatakan akan meluncurkan 12 mobil listrik pada 2022 untuk menjadi pemimpin pasar di era elektrifikasi. Aliansi juga merencanakan kenaikan penjualan mobil pada aliansi sebanyak 40% menjadi 14 juta pada 2022.

Selain itu Aliansi yang memiliki ambisi menjadi perusahaan mobil terlaris ini menargetkan 70% mobil akan diproduksi berdasarkan platform CMF (common module family). Hal ini dinilai akan meningkatkan efisiensi masing-masing merek, sehingga menambah keuntungan operasional. Sebab strategi ini akan berkontribusi pada penghematan biaya pengadaan komponen hingga 30% dan biaya produksi hingga 40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan motor company
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top