Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

LAPORAN DARI JEPANG: Tokyo Motor Show 2017 Ajang Pamer Mobil Listrik Dunia

Pameran otomotif terbesar di Jepang, Tokyo Motor Show, pada tahun ini menjadi ajang pamer mobil listrik dunia. Pergeseran pola hidup diyakini akan semakin menguatkan permintaan atas produk-produk tersebut.
Rahayuningsih
Rahayuningsih - Bisnis.com 26 Oktober 2017  |  07:01 WIB
LAPORAN DARI JEPANG: Tokyo Motor Show 2017 Ajang Pamer Mobil Listrik Dunia
Tokyo Motor Show ke 45 - Rahayu Ningsih
Bagikan

Bisnis.com, TOKYO—Pameran otomotif terbesar di Jepang, Tokyo Motor Show, pada tahun ini menjadi ajang pamer mobil listrik dunia. Pergeseran pola hidup diyakini akan semakin menguatkan permintaan atas produk-produk tersebut.

Board member of Volkswagen Group Jurgen Stackmann mengatakan secara global kebutuhan akan mobil listrik akan terus meningkat terutama di negara-negara Eropa, China, dan Jepang. Semakin ketatnya regulasi pemerintah atas emisi kendaraan mengharuskan produsen mobil menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan.

Pemerintah Inggris dan Prancis telah berkomitmen akan melarang penjualan kendaraan bertenaga bensin dan diesel pada 2040. China juga memperketat peraturan untuk mendorong adopsi mobil listrik.

“Secara global permintaan akan terus meningkat meski saat ini jumlahnya masih belum terlalu banyak. Saya yakin atas hal itu. Beberapa negara sudah mulai sangat ketat dalam menetapkan level emisi kendaraan, dan mobil listrik mampu menjawab kebutuhan itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Tokyo Motor Show 2017, Rabu (25/10).

Pada pameran tersebut, Volkswagen membawa kendaraan I.D.Buzz yang siap diproduksi secara massal.

Selain Volkswagen, mobil impor lainnya yang ikut memamerkan mobil listrik adalah Mercedes dengan produknya Mercedes AMG Project One. Mobil berkecepatan 350 km/jam ini mengusung kombinasi mesin hybrid turbocharged yang sangat terintegrasi dengan empat motor listrik.

"Jepang sangat penting bagi kami. Sejak 2013, selama empat tahun berturut-turut kami mencapai rekor penjualan di sini. Tahun ini, dari Januari-September, kami telah menjual hampir 50.000 unit mobil, lebih besar dibandingkan sembilan bulan tahun lalu,” ujar Britta Seeger, Anggota Dewan Manajemen Daimler AG yang bertanggung jawab pada penjualan dan pemasaran.

Produsen Jepang

Tak mau kalah dengan mobil impor, produk asal Jepang pun ikut memamerkan kecanggihan tekonologi produk-produk masa depannya.

Takahiro Hachigo, President and Representative Director Honda Motor Co. Ltd mengatakan perusahaannya berencana meluncurkan mobil listrik di Jepang pada 2020. “Model electric vehicle akan dijual di Jepang setelah diperkenalkan di Eropa,” ujarnya.

Pada acara tersebut, Honda memperkenalkan tiga kendaraan listrik, termasuk mobil Honda Sports EV Concept, mobil sport kecil yang dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence (AI) sehingga pengemudi dapat berinteraksi dengan sistem untuk mendapatkan rute yang diinginkan selama perjalanan.

Produsen mobil terbesar asal Jepang ini juga berencana meningkatkan volume penjualan kendaraan hybrid dan listrik menjadi dua pertiga dari volume penjualan global pada 2030, dengan posisi saat ini yang telah memasarkan hampir 2 juta unit. “Honda akan terus berinovasi membuat kendaraan ramah lingkungan untuk mewujudkan masyarakat yang bebas karbon di masa depan.”

Sementara itu, Nissan Motor Co, meluncurkan mobil Leaf Nismo Concept, varian dari kendaraan listrik Leaf baru yang dikembangkan bersamaan dengan divisi motorsports perusahaan. Nissan Leaf saat ini merupakan mobil listrik terlaris di dunia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tokyo Motor Show 2017
Editor : Rahayuningsih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top