Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Percepat Komersialisasi, Pemerintah Permudah Impor Kendaraan Listrik

Untuk mempercepat komersialisasi kendaraan bermotor listrik, pemerintah membuka peluang lebih luas bagi importir untuk memasok kebutuhan selain akan tetap mengembangkan industri itu di dalam negeri.
Rahayuningsih
Rahayuningsih - Bisnis.com 25 Agustus 2017  |  16:22 WIB
Percepat Komersialisasi, Pemerintah Permudah Impor Kendaraan Listrik
Mobil listrik Tesla melakukan pengiasian daya. - pixabay
Bagikan

JAKARTA—Untuk mempercepat komersialisasi kendaraan bermotor listrik, pemerintah membuka peluang lebih luas bagi importir untuk memasok kebutuhan selain akan tetap mengembangkan industri itu di dalam negeri.

Dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan, Pasal 12 disebutkan dalam hal industri kendaraan kendaraan bermotor listrik dalam negeri masih dalam tahap pengembangan, untuk mempercepat komersialisasinya pemerintah memberikan kesempatan kepada badan usaha untuk melakukan impor kendaraan bermotor listrik dan komponen utama serta komponen pendukungnya dengan memberikan insentif secara terukur dan selektif.

Terhadap kemudahan impor tersebut, pemerintah juga mewajibkan bagi perusahaan industri dan/atau importir memberikan garansi dan layanan purnajual sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia menyatakan dukungan atas upaya penggunaan kendaraan hemat energi. Namun, dia mengingatkan, ada dua hal besar yang patut diperhatikan dalam peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Pertama, penciptaan pasar yang menuntut tersedianya infrastruktur pendukung maupun mobil dengan kualitas baik yang diterima oleh konsumen. Kedua, juga harus dipertimbangkan kesiapan industri dalam memenuhi kebutuhan pasar ketika percepatan penggunaan kendaraan listrik dilakukan. “Pertanyaannya, kita mau menjadi pasar saja atau mau masuk pasar?” tuturnya. (Kamis, 24/8).

Selain membuka kemudahan impor, dalam rancangan Perpres dijelaskan juga bahwa pemerintah berkomitmen untuk membangun industri kendaraan bermotor listrik tersebut.

Proses manufaktur yang akan dilakukan meliputi pertama, komponen utama berupa produksi baterai, motor listrik dan perangkat elektronik pengendali kecepatan, kedua komponen pendukung lainnya.

                       

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil listrik
Editor : Rahayuningsih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top