Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

VW Recall 766.000 Mobil Karena Masalah Pengereman

VW mengumumkan recall 766.000 kendaraan di seluruh dunia dikarenakan kendala teknis pada rem
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 08 Juli 2017  |  01:37 WIB
VW Recall 766.000 Mobil Karena Masalah Pengereman
Logo VW - Reuters/Arnd Wiegmann
Bagikan

Bisnis.com, WOLFSBURG - Volkswagen (VW) mengumumkan recall 766.000 kendaraan di seluruh dunia dikarenakan kendala teknis pada rem yang berindikasi terhadap berkurangnya aspek keselamatan berkendara.

Volkswagen telah menarik 766.000 unit kendaraan berpenumpangnya untuk melakukan pembaruan kepada sistem perangkat lunak dari kontrol pengereman mereka.

"Sistem kontrol pengereman mungkin tidak berfungsi dengan baik pada kondisi mengemudi tertentu, seperti pada saat melakukan pengerem mendadak disertai bantingan setir guna menghindari kecelakaan," kata juru bicara VW.

Produsen mobil ini mengenang saat 288.000 mobil merek VW di Jerman mengenai masalah ini. Termasuk merek Audi dan Skoda. Pada waktu tersebut total recall di Jerman mencapai sekitar 385.000 mobil dengan kendala teknis lainnya.

Penarikan kembali di Jerman ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita DPA pada pekan lalu.

Sementara itu, petugas keamanan teknis Rusia, Rosstandart pada Jumat (7/7/2017), mengumumkan Volkswagen akan menarik 2.370 mobil dari beberapa model Volkswagen dan Audi A3 yang dijual di Rusia antara 2004 dan 2012 karena kesalahan teknis.

Belum ada statment mengenai recall di Rusia ini termasuk dalam 766.000 yang terkena masalah teknis pada pengereman tersebut atau kendala yang lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vw

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top