Ini Penyebab Pasar Motor Tak Secerah Mobil

Pelaku industri kendaraan roda dua tidak seberuntung roda empat dan lebih. Dalam beberapa bulan terakhir, penjualan mobil di pasar domestik terus menunjukkan tren positif. Berbanding terbalik, penjualan sepeda motor justru terus merosot.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 17 April 2017  |  13:40 WIB
Ini Penyebab Pasar Motor Tak Secerah Mobil
Pekerja membungkus sepeda motor yang akan dikirim melalui jasa angkutan kereta api di Stasiun Besar Medan, Sumatera Utara, Jumat (10/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri kendaraan roda dua tidak seberuntung roda empat dan lebih. Dalam beberapa bulan terakhir, penjualan mobil di pasar domestik terus menunjukkan tren positif. Berbanding terbalik, penjualan sepeda motor justru terus merosot.

Berdasarkan data Gabungan Industri Sepeda Motor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan dari pabrik ke diler (wholesale) pada bulan lalu mencatatkan angka tertinggi, yakni sebanyak 101.872 unit. Angka tersebut naik sebesar 8,26% dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun lalu yakni 94.092.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total distribusi di pasar domestik pada bulan lalu hanya sebanyak 473.896 unit, turun 18,87% dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu yakni sebanyak 563.341 unit.

Head of Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Tjandra Tanadi menjelaskan perbedaan tersebut disebabkan karena konsumen sepeda motor sengaja melakukan penundaan pembelian atau pergantian model.

"Konsumen kelas menengah yang sudah memiliki mobil dan motor, lebih sering menggunakan mobilnya. Mereka butuh waktu lama untuk mengganti model motornya," katanya kepada Bisnis, Senin (17/4/2017).

Berbeda dengan masyarakat kelas atas, kata dia, masyarakat kelas menengah ke bawah cenderung membutuhkan waktu untuk menambah varian sepeda motor atau melakukan penggantian.

Alasannya, selain karena secara fungsi masih cukup layak, daya beli masyarakat kelas ini juga rentan. "Konsumen kami kebanyakan kelas menengah ke bawah. Seandainya dia punya mobil dan motor, daya belinya juga rentan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepeda motor

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top