Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Volkswagen Investasi US$180 Juta di Perusahaan Start-Up China

Perusahaan otomotif terkemuka asal Jerman, Volkswagen AG (VW), menggelontorkan dana investasi US$180 juta kepada perusahaan start-up di bidang teknologi intelijen buatan asal China, Mobvoi Inc.
Logo VW/en.wikipedia.org
Logo VW/en.wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan otomotif terkemuka asal Jerman, Volkswagen AG (VW), menggelontorkan dana investasi US$180 juta kepada perusahaan start-up di bidang teknologi intelijen buatan asal China, Mobvoi Inc.. Investasi dilakukan guna mendukung perusahaan rintisan itu mengembangkan teknologi untuk diaplikasikan ke dalam kendaraan milik Volkswagen.

Perusahaan start-up yang didukung Google tersebut akan membantu mengembangkan produk model Volkswagen terkait teknologi pengenalan suara serta pengolahan suara alami. Tidak hanya itu, pengembangan yang dilakukan turut meliputi kaca spion pintar yang mampu menyediakan navigasi, pesan, maupun informasi melalui input suara.

Para perusahaan teknologi di China kini memang tengah terus mencoba mengembangkan berbagai teknologi yang berpotensi mengubah industri otomotif. Bulan lalu, Alibaba Group Holding Ltd melalui perusahaan WayRay tengah membuat layar hologram untuk kendaraan.

Selain itu, perusahaan otomotif asal China, SAIC Motor,juga bekerja sama dengan Banma Technologies untuk mengembangkan sistem internet untuk kendaraan. Bahkan, operator WeChat, Tencent Holdings Ltd, telah memiliki 5% saham di Tesla Inc.

Keterlibatan Google melalui Alphabet Inc dalam perusahaan start-up asal China bernilai US$300 juta tersebut menandai investasi asing langsung pertamanya di China setelah sebelumnya pernah menarik layanannya di China pada 2010 terkait perbedaan pendapat dengan pihak Pemerintah China.

Investor lainnya yang terlibat di dalam perusahaan Mobvoi tersebut yaitu Sequoia dan ZhenFund. Tahun lalu, Mobvoi menjadi partner resmi untuk proyek perangkat lunak Android Wear milik Google.

Mobvoi juga telah menancapkan namanya di pasar AS dengan mulai menjual perangkat jam tangan pintar generasi kedua di AS bernama Ticwatch. Produk ini menjadi hits di pasar China dengan perangkat pencarian yang diaktifkan menggunakan suara serta sejumlah fitur keren lainya termasuk touch-sensitive strip untuk scrolling.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Yusran Yunus
Editor : Saeno
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper