Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Regulator AS Desak Industri Otomotif Prioritaskan Keamanan Cyber

Regulator kemanan kendaraan bermotor di Amerika Serikat membuat pedoman agar pabrikan mobil memprioritaskan membuat sistem elektronik dan komputer yang dapat melindungi kendaraan dari peretas
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  12:08 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator kemanan kendaraan bermotor di Amerika Serikat membuat pedoman agar pabrikan mobil memprioritaskan membuat sistem elektronik dan komputer yang dapat melindungi kendaraan dari peretas.

Pedoman keamanan cyber yang dikeluarkan oleh  National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) adalah sebuah rekomendasi.

Meski demikian, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/10/2016), hal ini menandai langkah menuju pembentukan peta jalan bagi industri pembuat mobil, anggota parlemen dan konsumen untuk menunjukkan bagaimana mereka harus melindungi kendaraan yang saat ini semakin terdigitalisasi.

Pabrikan mobil disesak untuk mempercepat upaya mengatasi ancaman peretas sejak tahun lalu setelah peneliti keamanan data di AS berhasil mengambil kendali dari Jeep Cherokee secara digital.

Oleh karena itu, Fiat Chrysler Automobiles pada Juli 2015 menarik kembali sekitar 1,4 juta kendaraan untuk menginstal kembali perangkat lunak guna melindungi terhadap peretasan data di masa depan.

NHTSA menyarankan produsen melakukan tes sistem kendaraan untuk melihat apakah sistem keamanan cyber dapat diretas atau tidak.

Senator AS dari Partai Demokrat Ed Markey dari Massachusetts dan Richard Blumenthal dari Connecticut mengatakan NHTSA harus berbuat lebih banyak terkait hal itu agar pembajakan kendaraan tidak mudah dilakukan di masa yang akan datang.

"Jika hari ini mobil modern adalah komputer di atas roda, kita memerlukan standardisasi wajib untuk memastikan bahwa kendaraan tidak dapat diretas," kata anggota parlemen tersebut dalam sebuah pernyataan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif

Sumber : Reuters

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top