HASIL STUDI: Hubungan Kuat dengan Pemasok Bikin Pabrikan Mobil Lebih Untung

Sebuah studi di Amerika Utara menyebut Fiat Chrysler Automobiles dan Nissan Motor Co tertinggal dari pesaingnya dalam hal menjalin hubungan yang kuat dengan dengan pemasok komponen. Padahal, profitabilitas pabrikan mobil terkait erat dengan hubungan kerja yang baik kepada pemasok mereka
Lingga Sukatma Wiangga | 17 Mei 2016 12:35 WIB
Pabrikan mobil dapat meraup keuntungan tambahan hingga US 2 miliar pada laba usaha dengan meningkatkan hubungan kerja dengan pemasok mereka. - Bisnis.com

Bisnis.com, DETROIT—Sebuah studi di Amerika Utara menyebut, Fiat Chrysler Automobiles dan Nissan Motor Co  tertinggal dari pesaingnya dalam hal menjalin hubungan yang kuat dengan dengan pemasok komponen. Padahal, profitabilitas pabrikan mobil terkait erat dengan hubungan kerja yang baik kepada pemasok mereka.

Hasil riset itu dipublikasikan John Henke, kepala Perencanaan Perspektif pada sebuah perusahaan yang berfokus meriset hubungan perusahaan dan pemasok di berbagai industri.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Toyota Motor Corp  dan Honda Motor Co menduduki peringkat pertama dan kedua dalam penelitian tersebut. Disusul kemudian pabrikan asli asal Amerika Utara, Ford Motor Co dan General Motors Co.

Pabrikan mobil besar memang menghabiskan 70%--80% dari pendapatan mereka pada suku cadang, komponen dan bahan dari pemasok.

Penelitian Henke telah menunjukkan bahwa pabrikan mobil meghasilkan lebih banyak keuntungan ketika memiliki hubungan kerja yang lebih baik dengan pemasok. Hal itu disebabkan pabrikan mobil dapat memperoleh konsesi harga dan mendapatkan akses ke produk-produk terbaik.

"Perusahaan industri terkemuka yang menguntungkan adalah mereka yang memiliki hubungan kuat dengan pemasok," kata Henke seperti dikutip Reuters, Selasa (17/5/2016).

Henke pernah memperkirakan dari hasil risetnya bahwa pada 2014, pabrikan mobil dapat meraup keuntungan tambahan hingga US$ 2 miliar pada laba usaha dengan meningkatkan hubungan kerja dengan pemasok mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, nissan, toyota

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top