Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suzuki Siap Jadi Basis Produksi dan Ekspor Kei Car

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. selaku induk dari PT Suzuki Indomobil Motor menyatakan siap, jika pabrik mobil Suzuki di Indonesia dijadikan basis produksi dan ekspor saat prinsipal menghendaki hal tersebut
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 02 Desember 2015  |  16:05 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. selaku induk dari PT Suzuki Indomobil Motor menyatakan siap, jika pabrik mobil Suzuki di Indonesia dijadikan basis produksi dan ekspor saat prinsipal menghendaki hal tersebut.

Hal itu diutarakan Chairman PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Subronto Laras.

Menurutnya, sangat besar kemungkinan bagi Indonesia ke depan jadi basis ekspor mobil Suzuki khususnya untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Optimisme Subronto tersebut tak terlepas dari ditanamkannya investasi sebesar US$1 miliar pada dua tahun lalu untuk pembangunan pabrik kedua mobil Suzuki yang diresmikan pada paruh pertama tahun ini di Cikarang Jawa Barat.

Kini, dengan sokongan dua pabrik mobil pihaknya mengklaim memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 unit lebih per tahun.

“Suzuki memang bukan yang terbesar tapi dengan investasi US$1 milar dua tahun lalu gak main-main. Melihat itu sangat optimis Indonesia menjadi tempat mereka berbuat sesuatu [basis ekspor dan membuat model baru],” katanya kepada Bisnis, Selasa (1/12).

Dia menyebut, tahun ini ekspor Suzuki dari Indonesia ada di kisaran 25.000 hingga 30.000 unit. Kontributor ekspor terbesar datang dari produk APV yang menyasar pasar di kawasan Timur tengah, Afrika, serta Amerika Latin.

Ada pula Karimun Wagon R yang menyasar pasar di kawasan Asia Tenggara. Peluang menjadi basis pengekspor mobil Suzuki pun menurutnya bertambah saat perjanjian perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan.

Menurutnya, mobil Suzuki dari Indonesia seperti APV dan Karimun Wagon R bisa masuk ke negara-negara berkembang yang berada di bawah Indonesia dari segi industri otomotif seperti, Myanmar, kamboja, Laos, maupun Vietnam.

Di sisi lain, dia menyebut Thailand sebagai pesaing terberat di industri otomotif cenderung memproduksi produk global yang peminatnya masih sedikit di negara-negara tadi.

Untuk itu dia pun berharap ke depan Indonesia bisa menjadi basis produksi kendaraan Suzuki berkapasitas mesin rendah dan ramah lingkungan yang di Jepang biasa disebut Kei Car.

Pasalnya, dengan mesin berkapasitas kurang dari 1.000 cc dengan konsumsi bahan bakar 35 hingga 37 km/l, mobil model tersebut dinilainya cocok bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya yang masih berkembang.

Di sisi lain dia enggan menyebut kapan Kei Car dari Suzuki akan diproduksi di Indonesia. Menurut dia, saat ini pemerintah dari segi regulasi masih mendorong segmen low cost green car dan belum masuk pada konsep mobil seperti Kei Car.

“Kami berharap Kei Car dapat jadi cikal bakal mobil Asean. Pasarnya sudah diintip oleh prinsipal dan kami maunya diproduksi di Indonesia untuk diekspor juga tapi ini kembali tergantung mitra kerja kita [prinsipal],” ujarnya.

Dia menambahkan hal tersebut diharapkan dapat ditunjang oleh pemerintah dengan pembangunan infrastruktur yang mumpuni seperti pelabuhan, regulasi yang mendukung industri dalam negeri, serta stabilitas di tataran tenaga kerja.

“Selain itu industri hulu harus diciptakan dan bunga bank untuk investasi harus ditekan,” pungkasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suzuki Indomobil Sales pt indomobil sukses international tbk
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top