Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AUPI: Produsen Mobil Murah Ingkar Janji Soal Komponen Lokal

Asosiasi Usaha Pendukung Industri (AUPI) menyatakan untuk mendirikan proyek mobil nasional di Indonesia masih sangat sulit direalisasikan mengingat kepentingan politik yang selalu menghantui pasar investasi otomotif.
Adi Ginanjar Maulana & Ria Indhryani
Adi Ginanjar Maulana & Ria Indhryani - Bisnis.com 11 Februari 2015  |  16:44 WIB
Foto ilustrasi jajaran mobil. Asosiasi Usaha Pendukung Industri (AUPI) menyatakan untuk mendirikan proyek mobil nasional di Indonesia masih sangat sulit direalisasikan.  -
Foto ilustrasi jajaran mobil. Asosiasi Usaha Pendukung Industri (AUPI) menyatakan untuk mendirikan proyek mobil nasional di Indonesia masih sangat sulit direalisasikan. -

Bisnis.com, BANDUNG -  Asosiasi Usaha Pendukung Industri (AUPI) menyatakan untuk mendirikan proyek mobil nasional di Indonesia masih sangat sulit direalisasikan mengingat kepentingan politik yang selalu menghantui pasar investasi otomotif.

Dia mencontohkan penggunaan produk komponen lokal pada mobil murah alias low cost green car (LCGC) yang sebelumnya dijanjikan akan menggunakan komponen lokal ternyata tidak terealiasi. ATPM malah memasok komponen otomotif dari industri kecil menengah (IKM) dari luar negeri.

"Basis produsen kendaraan LCGC itu berada di Bekasi dan Karawang. Di sana IKM yang digandeng ATPM merupakan boncengan negara masing-masing," katanya kepada Bisnis.com,Rabu (11/2/2015).

Oleh karena itu, lanjutnya, minimal pemerintah tidak berambisi dulu mendirikan proyek mobnas, tetapi mendongkrak pasokan komponen otomotif lokal ke ATPM.

"Pemerintah bisa memberikan target khusus terhadap ATPM agar mereka menyerap komponen otomotif lokal dalam jumlah besar. Misalnya, ATPM harus menyerap komponen otomotif lokal sebanyak 50% setiap tahunnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja mengatakan selama ini industri komponen lokal masih kalah bersaing dengan impor.

Apalagi adanya kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) semakin menyulitkan produksi komponen lokal untuk bersaing dengan impor saat digulirkannya pasar bebas Asean 2015.

Menurutnya, diperlukan subsidi bagi industri komponen lokal untuk mengembangkan produksi komponen agar bisa berdaya saing dengan impor.

"Pemerintah harus memberikan insentif bagi industri komponen lokal. Apalagi menjelang digulirkannya pasar bebas Asean kualitas produk akan semakin dipertimbangkan oleh produsen otomotif," katanya.

Pihaknya optimistis bila subsidi diberikan bagi industri komponen lokal, sektor otomotif akan semakin menggairahkan baik untuk produsen otomotif sebagai pembuat kendaraaan maupun industri komponen lokal sebagai pemasok komponen.

"Ini akan saling menguntungkan satu sama lain. Di satu sisi produsen akan lebih mempercayai produk lokal karena sudah berkualitas, di sisi lain industri komponen lokal produksinya banyak diserap pasar."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif LCGC Komponen Otomotif
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top