PASAR OTOMOTIF, Dua Pemain Terbesar Akan Kerek Harga

Dua pemain terbesar di segmen low cost green car yaitu Toyota Agya dan Daihatsu Ayla berencana mengatrol harga awal tahun ini
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  01:20 WIB
PASAR OTOMOTIF, Dua Pemain Terbesar Akan Kerek Harga
Ongkos produksi naik. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Dua pemain terbesar di segmen low cost green car yaitu Toyota Agya dan Daihatsu Ayla berencana mengatrol harga awal tahun ini.

Dari informasi yang dirangkum Bisnis.com, kenaikan harga sulit dihindari pelaku usaha karena berbagai faktor. Ongkos produksi naik seiring meningkatnya inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar beberapa waktu lalu. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing masih lemah yang ikut pula membebani biaya produksi.

Sebagai gambaran, Agya pada Oktober 2014 telah menaikan harga sekitar 3% karena sudah mendapatkan ijin pemerintah atas kenaikan plafon harga yang mencapai 6,6%. Saat itu Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan, kenaikan harga ada pada kisaran kurang lebih Rp3 juta per unit.

Mengutip situs www.toyota.astra.co.id kisaran harga lama Agya Rp100,350 juta hingga Rp121,250 juta. Dari situs yang sama harga Agya hingga (5/1/2014) kemarin ada di kisaran Rp103,200 juta hingga Rp124,450 juta.

Low cost green car (LCGC) kami Agya kemungkinan besar awal tahun naik harga, tapi kami akan lihat waktu yang tepat serta besarannya yang harus sesuai plafon. Karena penyesuaian harga terhadap plafon terbaru masih 3%. Kenaikannya pun harus bertahap,” kata Samulo kepada Bisnis.com, Senin (5/1/2014).

Samulo menambahkan, kenaikan bertahap ditempuh karena harus memperhatikan pasar di segmen tersebut. Meski demikian Samulo mengaku kenaikan harga masih sesuai dengan kemampuan daya beli konsumen di kelas LCGC.

Selain itu, penyesuaian harga pun harus diikuti dengan penambahan fitur sesuai tuntutan dan kebutuhan konsumen LCGC khususnya dalam kenyamanan dan keamanan.

Setelah dilakukan penaikan harga pada Oktober 2014 pun Agya melakukan penambahan wiper belakang, speaker belakang, serta speedo meter yang dilengkapi ecometer untuk mengukur efisiensi bahan bakar.

Penaikan harga serupa sempat pula ditempuh Ayla pada Oktober 2014. Seperti halnya Agya, Ayla tidak langsung mengalami penaikan harga dengan angka maksimal yang disetujui pemerintah. Saat itu Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor  (ADM) Amelia Tjandra mengatakan pihaknya mengatrol harga Rp2,2 juta hingga Rp4,2 juta per unit.

Pada situs www.daihatsu.co.id harga Ayla sebelum mendapat restu kenaikan plafon harga ada di kisaran Rp77,750 juta hingga Rp115,400 juta. Dari situs yang sama harga Ayla hingga (5/1) kemarin ada di kisaran Rp77,750 juta hingga Rp119,100 juta.

Amelia mengamini jika kenaikan harga harus ditempuh atas pengaruh dari kondisi ekonomi. Selain itu Amelia mengungkapkan, kenaikan awal tahun ini dilakukan pula untuk menyesuaikan tarif BBN terbaru. “Berapa besarannya masih harus menunggu perhitungan,” tutur Amelia.

Pada Oktober tahun lalu pun saat pihaknya menaikan harga mengikuti plafon baru, disertai penambahan spesifikasi pada beberapa varian. Spesifikasi yang ditambah adalah wiper belakang, eco indicator, multi information display (MID), serta body colour grill stripping.

Amelia berharap, kenaikan tersebut tidak mengganggu demand. Senada dengan Samulo, pihaknya menilai besaran kenaikan masih wajar dan bisa diterima konsumen di segmen LCGC.

Saat ini LCGC bernaung dalam payung hukum PP No. 41/2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Dalam aturan itu dijabarkan bahwa para pelaku industri dapat mengajukan penaikan plafon harga tiap tahun berdasarkan kondisi makro ekonomi.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis pada periode Januari-November 2014 LCGC terjual secara wholesales 159.905 unit. Jumlah itu sekitar 14,15% dari total penjualan mobil nasional pada periode yang sama tahun ini yang mencapai 1,129 juta unit.

Dari jumlah LCGC yang terjual itu, Agya sebanyak 62.283 unit. Ayla 38.439 unit, Honda Brio Satya sebanyak 24.932 unit. Sedangkan Suzuki Karimun Wagon R dan Datsun Go serta Go+ masing-masing 16.133 unit dan 18.118 unit.

Seperti diberitakan Bisnis pada (30/12) lalu, Datsun dan Suzuki pun mengamini akan menaikan harga LCGC andalan mereka awal tahun ini. General Manager Datsun Business Unit Datsun Indonesia PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Indriani Hadiwidjaja mengatakan kenaikan harga LCGC itu pun harus ikut aturan main dari pemerintah, mengingat Datsun belum mengantongi hak pengajuan penaikan plafon harga.

Rencananya besaran kenaikan yang akan dilakukan Datsun berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, karena masih di bawah plafon lama. Sementara itu, PT Suzuki Indomobil Sales yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah terkait kenaikan plafon harga Suzuki Karimun Wagon R per 10 November lalu, namun hingga 2014 berakhir belum menaikan harga.

Davy J. Tuilan, 4W Sales Marketing and DND Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan pihaknya masih mengkaji dampak pasar terhadap kenaikan harga. Tapi dia mengamini jika awal tahun ini harga Karimun Wagon R sudah harus dkatrol. Untuk besarannya menurut Davy akan diinfokan kemudian.

Di lain pihak PT Honda Prospect Motor (HPM) yang mendapatkan restu kenaikan plafon harga akhir Oktober 2014 langsung mengatrol pada angka maksimal 6,6%.Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM Jonfis Fandy, Honda Brio Satya mengalami kenaikan harga Rp7,8 juta untuk semua varian.

Hal ini memungkinkan Honda tidak akan kembali menaikan harga pada awal tahun ini. Jonfis mengatakan kenaikan yang ditempuh tidak dilakukan secara bertahap lantaran pihaknya menilai konsumen sudah cerdas memilih produk kendaraan yang dianggap handal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi harga yang dilakukan HPM terhadap konsumen.

Setelah harga dinaikan, produk Brio Satya pun tidak mengalami penambahan fitur. Harga lama Brio Satya ada pada kisaran Rp106 juta hingga Rp 117 juta on the road Jakarta. Kenaikan harga yang dipatok Honda, dirasa Jonfis masih mampu diterima konsumen di kelas LCGC. Jonfis mengaku pihaknya telah mengukur kenaikan harga tersebut dengan value yang ada pada spesifikasi Brio Satya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top