Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MOBIL MURAH RAMAH LINGKUNGAN: UKM Siap Tambah Kapasitas Komponen LCGC

Pemerintah mewajibkan agen tunggal pemegang merek (ATPM) menggunakan komponen lokal sebanyak 80% sebagai persyaratan pembuatan LCGC.n
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 September 2014  |  12:08 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Peluang pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang manufaktur untuk berkontribusi di proyek low cost green car (LCGC) terbuka lebar.

Pasalnya, pemerintah mewajibkan agen tunggal pemegang merek (ATPM) menggunakan komponen lokal sebanyak 80% sebagai persyaratan pembuatan LCGC.

Marketing Manager PT Tosama Abadi Didi Rachmadi, salah satu UKM yang mengikuti program KBH2, mengatakan pihaknya siap untuk menerima lebih banyak pesanan komponen untuk pembuatan produk KBH2. Hal ini termasuk program alih teknologi atau lokalikasi komponen.

Didi mengaku program lokalisasi ini tidak bisa dilakukan secara instan. "Awalnya, kami mempelajari dahulu komponen impor dan membuat sendiri. Setelah itu, produsen dari Jepang akan melakukan beberapa tes. Jika sudah lolos, kami akan mencari materialnya dan memproduksi dalam jumlah besar," ujar Didi di Jakarta, Rabu (23/9/2014).

PT Tosama Abadi saat ini memproduksi 15 jenis komponen untuk Astra Daihatsu Ayla a.l. retainer door lock, clamp transmission cable, ring fuel inlet box, dan clip.

Didi berharap perusahaannya mendapat lebih banyak pesanan di masa mendatang sehingga bisa meningkatkan kapasitas produksi.

"Kami bisa mencukupi kebutuhan permintaan ADM sekitar 30.000 buah untuk 1 jenis komponen. Kami baru memberlakukan jam kerja 1 shift untuk proyek KBH2. Namun, kami siap jika pesanan naik menjadi 2 kali lipat," tuturnya.

Lebih lanjut, Henry C. Widjadja Sekretaris Pengurus Yayasan Dhama Bhakti Astra mengatakan pihaknya membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi pelaku UKM manufaktur untuk mengikuti program KBH2.

Pihak industri otomotif dalam negeri kini berupaya mengurangi biaya produksi. Salah satu caranya adalah menggunakan komponen buatan produsen lokal.

Namun, dia mengimbau para pelaku UKM memperbaiki sistem kerja perusahaan agar lebih profesional.

"Selain berperan sebagai penghubung antara UKM dan ATPM, kami juga berupaya memberi pelatihan bagi UKM. Mereka harus siap mengubah sistem produksi dan pola pikir agar lebih profesional," katanya.

Saat ini, YDBA memiliki 230 UKM manufaktur. UKM yang menjadi pemasok komponen KBH2 berjumlah 64 perusahaan yang terbagi atas tier satu dan tier dua.

Total serapan tenaga kerja dalam proyek KBH2 mencapai 9.379 orang.

Manufacturing Director and Control Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Pongky Prabowo mengatakan saat ini perusahannya terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai UKM manufaktur di Indonesia.

Para pelaku UKM akan memasok aneka komponen pembentuk KBH2 Astra Daihatsu Ayla.

"Saat ini, total kandungan komponen lokal yang dipasok UKM untuk Astra Daihatsu Ayla berjumlah 86%," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lcgc
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top