Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ALAT BERAT: Produksi Masih Berpeluang Tumbuh

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan pasar kendaraan alat berat berpeluang tumbuh sekitar 1% - 2%. Kondisi ini masih terpengaruh kesehatan bisnis pertambangan, batu bara misalnya, yang belum pulih.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 April 2014  |  17:41 WIB
Alat berat. Produksi masih berpeluang tumbuh tahun ini - Bisnis
Alat berat. Produksi masih berpeluang tumbuh tahun ini - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan pasar kendaraan alat berat berpeluang tumbuh sekitar 1% - 2%. Kondisi ini masih terpengaruh kesehatan bisnis pertambangan, batu bara misalnya, yang belum pulih.  

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi mengatakan pergeseran fokus penjualan dari pertambangan ke infrastruktur dan logistik belum memberikan hasil signifikan.

“Produksi kendaraan alat berat feeling saya kalaupun naik hanya sektiar 1% hingga 2%. Pertambangan masih slow down jadi penjualan alat berat juga slow down,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (21/4/2014).

Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) sebelumnya mencatat penurunan produksi sekitar 5% selama triwulan pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal I/2013. Penyusutan tipis ini dianggap sama saja realisasi produksi stagnan.

Selama Januari-Maret 2014, industri alat berat domestik memproduksi 1.165 unit. Padahal, periode yang sama tahun lalu mencapai 1.234 unit. Total kebutuhan di lapangan urung bergerak dari kuartal IV/2013 di kisaran 2.500 unit.

Kalangan produsen berharap jajaran pemerintah baru mampu menggenjot implementasi proyek infrastruktur guna menopang lemahnya penjualan alat berat ke pertambangan. Kini, sekitar 30% penjualan terserap ke infrastruktur, perkebunan 20% - 25%, dan pertambangan tinggal 40%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat berat
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top