Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Otomotif Tahun Ini Lemah Dianggap Wajar

Pelaku usaha sektor otomotif menilai aliran investasi baru yang masuk pada tahun ini tak sekencang tahun lalu sebagai kewajaran. Pasalnya, market juga diyakini tak bertumbuh banyak malah berpotensi anjlok.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 27 Februari 2014  |  18:26 WIB
Pameran mobil di Jakarta
Pameran mobil di Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha sektor otomotif menilai aliran investasi baru yang masuk pada tahun ini tak sekencang tahun lalu sebagai kewajaran. Pasalnya, market juga diyakini tak bertumbuh banyak malah berpotensi anjlok.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yongkie D. Sugiarto mengatakan jika pasar saja stagnan tentu tak ada produsen otomotif yang minat berinvestasi. “Penjualan mobil melambat, wajar kalau investasi tidak tumbuh sekencang pada 2012 ke 2013,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (27/2/2014).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru-baru ini menyampaikan investasi di sektor otomotif dan komponen tumbuh 120% pada tahun lalu. Selama 2012, baru terkumpul US$1,68 miliar lantas naik menjadi US$3,7 miliar sepanjang 2013.

Perolehan 2013 itu tumbuh 10 kali lipat dibandingkan 2010. Tetapi, kucuran investasi pada tahun ini dinilai cenderung stagnan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi kapital yang akan masuk hanya sekitar US$4 miliar.

Menurut Jongkie, besarnya investasi yang muncul sepanjang tahun lalu terdorong implementasi program mobil ramah lingkungan harga terjangkau (low cost and green car/LCGC). Sebab, seluruh prinsipal yang berkomitmen masuk ke dalamnya wajib melokalisasi sekitar 85% kegiatan produksi.

“Jadi, investasi yang dilakukan tahun ini masih kelanjutan dari tahun lalu. Investasi itu masih berjalan dan belum tuntas,” ucapnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian domestik, Gaikindo memproyeksi penjualan mobil hanya di kisaran 1,23 juta unit. Jika makro ekonomi loyo sales bahkan diproyeksi turun menjadi 1,1 juta unit.

Gaikindo menggarisbawahi sejumlah hal dari perekonomian RI tahun ini, khususnya pertumbuhan ekonomi yang sukar loncat dari 5,5% per tahun. Pertimbangan lain ialah pergerakan BI rate, inflasi, nilai tukar rupiah, penaikan pajak kendaraan, pemilu, upah buruh, serta kenaikan tarif listrik industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top