Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Truk & Bus Turun, Kenapa?

Segmen kendaraan niaga atau komersil berupa truk dan bus mengalami penurunan penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales). Kondisi ini menimpa truk-bus kelas ringan dan berat selama bulan lalu dibandingkan Januari 2013.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 20 Februari 2014  |  16:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Segmen kendaraan niaga atau komersil berupa truk dan bus mengalami penurunan penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales). Kondisi ini menimpa truk-bus kelas ringan dan berat selama bulan lalu dibandingkan Januari 2013.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales truk dan bus ringan (light truck & bus) 8.590 unit, turun 17% dari 10.350 unit pada Januari 2013. Sedangkan truk berat (heavy truck) anjlok hingga 29,7% menjadi 810 unit dari 1.152 unit.

Kendati total penjualan di kelas ringan menyusut tapi Mitsubishi tetap mempertahankan dominasinya. Penjualan truk ringan Mitsubishi terbilang stagnan sejumlah 4.859 unit (Januari 2014) dari 4.993 unit (Januari 2013).

Penurunan tajam dialami Toyota Dyna sebesar 74,5% menjadi 615 unit dari 2.410 unit. Demikian pula dengan jajaran produk truk dan bus ringan merek Hino anjlok 15,5% menjadi 1.176 unit dari 1.391 unit.

Penjualan Hino dan Mitsubishi di segmen truk berat juga anjlok. Bulan lalu, Hino membukukan 650 unit, turun 25,1% terhadap Januari 2013 sejumlah 868 unit. Sedangkan Mitsubishi merosot sekitar 28,8% menjadi 143 unit dari 201 unit.

PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota menilai penjualan kendaraan komersil pada Januari 2014 tak ubahnya segmen kendaraan penumpang yang mengalami kendala distribusi lantaran banjir.

Direktur Pemasaran TAM Rahmat Samulo menyatakan penjualan di permulaan tahun umumnya memang melemah lantas membaik di bulan-bulan selanjutnya. ATPM optimistis Dyna bakal terjual hingga 20.000 unit di penghujung 2014.

"Bulan lalu Toyota Dyna memang agak rendah penjualannya karena ada pengaturan produksi. Pasar Dyna selain ke sektor pertambangan juga dipakai perkebunan serta infrastruktur," katanya kepada Bisnis, Rabu (19/2/2014).

Sementara wholesales truk dan bus menengah (medium truck & bus) terbilang stagnan antara 1.000 hingga 1.500-an unit. Gaikindo mencatat selama bulan lalu kendaraan di kelas ini terjual 1.132 unit sedangkan pada Januari 2013 sedikit lebih tinggi 1.513 unit.

Namun, Hino selaku penguasa segmen tersebut mengalami penurunan penjualan sekitar 20,2% secara akumulatif dari produk truk dan busnya. Selama bulan lalu hanya 566 unit yang terjual padahal di awal 2013 jumlahnya menyentuh 709 unit.

"Bulan lalu banyak masalah cuaca yang menyebabkan banjir, kurs dolar AS terhadap rupiah juga masih tinggi. Alam tidak bisa dibohongi, kalau banjir ya ekspedisi tertunda," kata Direktur Promosi dan Penjualan HMSI Santiko Wardoyo.

Di tengah tren penyusutan wholesales truk dan bus, pikap justru bertumbuh meski tak signifikan. Penjualan di segmen kendaraan niaga yang satu ini naik sekitar 3,6% setara 17.399 unit dari 16.802 unit.

Sumbangsih terbanyak berasal dari pikap Suzuki Carry M/T mencapai sekitar 24% dari total penjualan segmen pikap. Kendaraan ini terjual 4.172 unit atau tumbuh 11,1% terhadap perolehan awal tahun lalu 3.755 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kendaraan niaga
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top