Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mercedes Benz Pacu Ekspansi ke China

Produsen mobil terbesar asal Jerman Mercedes Benz mengumumkan langka utamanya untuk memperbesar pasarnya di China sebagai pemegang pasar otomotif terbesar di dunia.
Emanuel Tome Hayon
Emanuel Tome Hayon - Bisnis.com 19 November 2013  |  17:05 WIB
Mercedes Benz  Pacu Ekspansi ke China
3d/car/shows.com

Bisnis.com, FRANKFURT - Produsen mobil terbesar asal Jerman Mercedes Benz mengumumkan langka utamanya untuk memperbesar pasarnya di China sebagai pemegang pasar otomotif terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan Bloomberg, hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di China yang terus naik dan hampir tidak bisa tersaingi oleh beberapa wilayah lain di dunia.

Analis otomotif dari Jerman Frank Biller menjelaskan langkah yang akan diambil oleh Mercedes Benz ini merupakan sebuah langkah besar untuk menggusur beberapa merek dunia lain yang sudah terdahulu menguasai pasaran otomotif China.

Sebagai langkah awal, ungkap Biller, dengan melakukan reorganisasi diantaranya menempatkan salah satu jajaran dewan manajemannya di China,menambah diler, bahkan membuka pabrik mesin di China.

Hasil yang sudah dilihat sejak penerapan kebijakan ini adanya peningkatan ekspor produk Mercedes Benz dari China hingga 8% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 1,5%. Adapun, langkah berani Mercedes ini sejalan dengan pembelian saham Beijing automotive Group Co, oleh Daimler AG sebesar 12%.

Kehadiran Mercedes Benz di China dalam banyak kegiatan bakalan menjadi saingan berat bagi sesame produk Eropa seperti BMW dan Volkswagen yang sudah sejak lama menguasai pasar di China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mercedes Benz china
Editor : Bambang Supriyanto

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top