Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mercedes Benz Bangun Pabrik Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik

Mercedes Benz global resmi pembangunan pabrik daur ulang baterai kendaraan listrik di Kuppenheim, Jerman.
Mercedes-EQ, EQA 250, Edisi 1, putih digital. EQA 250 memiliki catatan konsumsi daya gabungan: 15,7 kWh / 100 km, dan emisi CO2 gabungan: 0 g/km. /Mercedes Benz
Mercedes-EQ, EQA 250, Edisi 1, putih digital. EQA 250 memiliki catatan konsumsi daya gabungan: 15,7 kWh / 100 km, dan emisi CO2 gabungan: 0 g/km. /Mercedes Benz

Bisnis.com, JAKARTA - Mercedes Benz global resmi memulai pembangunan pabrik daur ulang baterai kendaraan listrik berkelanjutan di Kuppenheim, Jerman.

Dilansir Mercedes Benz.com pada Minggu (5/3/2023), pabrik percontohan ini akan memiliki kapasitas tahunan sebesar 2.500 ton. Bahan yang dipulihkan akan dimasukkan kembali ke siklus daur ulang untuk menghasilkan lebih dari 50.000 modul baterai untuk model Mercedes Benz baru.

Adapun, berdasarkan temuan dari tim peneliti dan pengembangan Mercedes Benz, volume produksi dapat ditingkatkan dalam jangka menengah hingga panjang.

Member of the Board of Management of Mercedes Benz Group AG, Production and Supply Chain Management, Jörg Burzer, mengatakan pabrik daur ulang ini sebagai komitmen pihaknya untuk menuju netralitas karbon.

"Kami secara konsisten memperluas keahlian kami dalam rantai nilai baterai dan mengambil langkah penting dalam strategi kami menuju 'Electric Only'. Bersama dengan mitra kami dari industri dan sains, kami mendemonstrasikan potensi Baden-Württemberg dan Jerman untuk berinovasi di bidang elektromobilitas berkelanjutan," kata Jörg, Minggu (5/3/2023).

Ke depannya, pabrik daur ulang baterai Mercedes Benz di Kuppenheim akan mencakup setiap langkah mulai dari pembongkaran di tingkat modul, hingga penghancuran dan pengeringan serta pemrosesan bahan kelas baterai.

Kemudian, melalui proses hidrometalurgi dengan tingkat pemulihan lebih dari 96 persen memungkinkan penghematan bahan baterai yang benar-benar sirkular.

Dalam hal ini, Mercedes Benz bekerja sama dengan mitra teknologi Primobius yang merupakan perusahaan patungan grup SMS perusahaan teknik mesin Jerman dan pengembang proyek Australia Neometals).

Sebagai bagian dari proyek penelitian ilmiah menyeluruh, seluruh proses daur ulang baterai juga diperhitungkan, dari pengembangan konsep logistik, melalui daur ulang bahan baku berharga yang berkelanjutan, hingga reintegrasi daur ulang ke dalam produksi baterai baru.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Perlindungan Iklim dan Sektor Energi Baden-Württemberg Thekla Walker MdL, menyebutkan langkah pembangunan pabrik ini menjadi penting ketika ketersediaan bahan baku baterai EV yang terbatas.

Sehingga, dengan adanya pabrik daur ulang ini akan menghemat penggunaan bahan baku baterai kendaraan listrik mulai dari lithium, kobalt dan nikel.

“Saya senang bahwa Mercedes-Benz mengambil peran perintis dengan pabrik percontohan untuk daur ulang baterai di Kuppenheim dan secara konsisten memajukan topik ekonomi sirkular. Ini sangat penting mengingat terbatasnya ketersediaan bahan-bahan penting dan bahan baku yang sangat dicari seperti litium, kobalt, atau nikel," ujarnya.

Sebagai informasi, Pabrik Kuppenheim sudah menjalankan operasi netral CO2 dengan tenaga surya dan listrik ramah lingkungan. Pembangunannya didanai sebagai bagian dari proyek penelitian ilmiah oleh Kementerian Federal Ekonomi dan Perlindungan Iklim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper