Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaikindo : Krisis Semikonduktor Berdampak Minor

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menilai kelangkaan komponen semikonduktor berimbas minor terhadap produksi otomotif nasional.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 09 Maret 2022  |  17:32 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan industri otomotif Indonesia tidak terdampak krisis semikonduktor. 

Justru, jelas Nangoi, sewaktu dunia kelangkaan semikonduktor seperti sekarang, ada keuntungan tersendiri untuk Indonesia.

"Mobil kita belum canggih jadi kebutuhan semikonduktor tidak terlalu dibutuhkan karena masih menggunakan combustion engine," ujar Yohannes dalam jumpa pers Jakarta Auto Week pada Rabu (9/3/2022).

Dia  menjelaskan kebutuhan semikonduktor yang besar diserap mobil listrik dan hybrid. Sebaliknya, populasi mobil elektrik di Indonesia  masih rendah.

Nangoi juga mengatakan pihaknya bersama dengan pemerintah bernegosiasi dengan prinsipal untuk tidak mengumpulkan pasokan semikonduktor yang digunakan dalam produksi. Menurutnya, terkait persediaan komponen tersebut masih memadai untuk memproduksi banyak mobil.

"Jadi saat ini Indonesia diuntungkan karena saat ini belum banyak yang menggunakan mobil listrik, jadi tidak ada keterbatasan semikonduktor," jelas Nangoi.

Di lain sisi, beberapa  Agen Pemegang Merek (APM) telah merasakan imbas kelangkaan semikonduktor. Sebelumnya Mercedes-Benz dan Lexus Indonesia mengatakan pihaknya mengalami kekurangan semikonduktor yang mengakibatkan penurunan penjualan.

Bukan hanya mobil premium, Honda juga mengalami keterbatasan semikonduktor tersebut yang mengakibatkan produksi Mobilio dihentikan selama Januari dan Februari 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaikindo penjualan mobil semikonduktor Gaikindo Jakarta Auto Week 2022
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top