Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Mobil Listrik Nio Tekan Rugi Lebih Cepat

Penurunan rugi itu disebabkan oleh pendapatan yang naik menjadi US$1,23 miliar, melampaui target US$1,1 miliar.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 April 2021  |  13:46 WIB
Mobil listrik NIO ES8 di Shanghai, China.  - Reuters
Mobil listrik NIO ES8 di Shanghai, China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Startup kendaraan listrik China Nio Inc. melaporkan kerugian kuartal pertama yang lebih kecil.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu membukukan kerugian bersih US$68,8 juta sepanjang kuartal I/2021. Pada periode yang sama tahun lalu, Nio mencatat rugi US$261,14 juta setahun sebelumnya. 

Penurunan rugi itu disebabkan oleh pendapatan yang naik menjadi US$1,23 miliar, melampaui target US$1,1 miliar.

Nio mengirimkan 20.060 kendaraan pada kuartal tersebut, meningkat 423 persen dari tahun sebelumnya ketika China dikunci selama wabah gelombang pertama virus Corona.

Perusahaan  memperkirakan pengiriman antara 21.000 hingga 22.000 kendaraan pada kuartal ini.

Namun di tengah pertumbuhan pesat, seperti industri otomotif lainnya, Nio telah dilanda krisis cip semikonduktor. Perusahaan menghentikan produksi kendaraan selama lima hari pada akhir Maret.

"Permintaan keseluruhan untuk produk kami terus menjadi cukup kuat, tetapi rantai pasokan masih menghadapi tantangan yang signifikan karena kekurangan semikonduktor," kata Chief Executive Officer William Li dalam pernyataannya.

Sejumlah produsen mobil, termasuk Honda Motor Co, BMW AG dan Ford Motor Co minggu ini menandai pemotongan produksi dan kehilangan pendapatan dari kekeringan chip yang melemahkan.

"Kekurangan chip global yang telah mengganggu operasi pembuat mobil di China sejak akhir 2020 akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," kata S&P Global Ratings dalam sebuah laporan. 

Adapun saham Nio turun 1 persen menjadi US$38,59 dalam perdagangan Kamis (30/4/2021) di New York. Sebelum rilis laporan keuangan, saham ditutup turun 5,3 persen menjadi $ 38,99.

Investor membuang saham kendaraan listrik setelah pembuat mobil di seluruh dunia memperingatkan tentang dampak parah dari kekurangan cip.

Aksi jual pada Kamis memperpanjang penurunan Nio menjadi 20 persen sepanjang tahun ini, setelah saham melonjak lebih dari 1.100 persen tahun lalu ketika reli Tesla Inc. mendorong investor untuk masuk ke industri EV.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif

Sumber : Bloomberg

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top