Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wow! Nissan Promosikan 800 Pekerja Kontrak di Jepang Jadi Karyawan Tetap

Nissan mengumumkan untuk mengurangi biaya tetap tahunan lewat langkah-langkah, seperti penutupan jalur produksi dan pemotongan kapasitas sebesar 20 persen.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  21:49 WIB
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Nissan Motor Company akan mempromosikan semua pekerja kontraknya di Jepang menjadi karyawan tetap (kartap) untuk memangkas biaya serta berinvestasi dalam kualitas sumber daya manusia.

Azusa Momose, Juru Bicara Nissan, menuturkan bahwa 800 pekerja kontrak akan dipromosikan menjadi kartap mulai April. Selain itu, Nissan juga akan menghapus sistem perekrutan pekerja kontrak.

“Ini akan membantu meningkatkan kesatuan tempat kerja, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan motivasi karyawan dan memungkinkan peningkatan lebih lanjut dari tenaga kerja kami,” kata Momose, dikutip dari Bloomberg, Senin (18/1/2021).

Keputusan Nissan untuk mempromosikan ratusan pekerja kontrak menjadi kartap merupakan langkah percaya diri perusahaan untuk menyambut prospek bisnisnya ke depan, setelah sebelumnya memutuskan untuk memotong biaya tetap tahunan senilai 300 miliar yen.

Bloomberg mencatat pemotongan itu memberi kemampuan lebih bagi Nissan untuk mempertahankan personel terampil dengan mempekerjakan mereka secara waktu penuh.

Pada Mei 2020, Nissan mengumumkan untuk mengurangi biaya tetap tahunan lewat langkah-langkah, seperti penutupan jalur produksi dan pemotongan kapasitas sebesar 20 persen.

Hal ini terjadi setelah pembuat mobil Jepang itu membukukan kerugian bersih 671 miliar yen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret. Kerugian terbesar dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu, perusahaan juga membukukan kerugian operasional 4,8 miliar yen untuk kuartal Juli-September, menyusut secara signifikan dari kerugian kuartal sebelumnya yang mencapai 154 miliar yen.

Namun, Nissan memperkirakan kerugian bersih untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2021 mencapai 615 miliar yen. Apabila kinerja perusahaan gagal pulih, promosi kartap mungkin terbukti akan menjadi hambatan.

Di Jepang, pekerja penuh waktu secara hukum jauh lebih sulit diberhentikan daripada pekerja kontrak yang dapat diberhentikan setelah masa kontrak mereka berakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang nissan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top