Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Cip Minim, Produsen Mobil Jepang Terpaksa Pangkas Produksi

Beberapa produsen otomotif Jepang terpaksa memangkas produksinya karena kekurangan pasokan komponen cip semikonduktor.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  19:07 WIB
Pabrik Toyota di Jepang.  - Toyota
Pabrik Toyota di Jepang. - Toyota

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah produsen otomotif Jepang terpaksa memangkas produksinya karena pabrik kekurangan pasokan komponen cip semikonduktor.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (13/1/2021), kondisi itu disebabkan produsen cip tengah berjuang memenuhi tingginya permintaan dari perusahaan elektronik global. Alhasil, produsen mobil berisiko tak mendapatkan pasokan cip yang cukup guna mendorong pemulihan di industri otomotif.

Berikut adalah deretan produsen mobil yang terpaksa mengurangi produksi akibat kekurangan komponen semikonduktor:

1. Toyota Motor Corp.

Pada 10 Januari 2021, Toyota menyatakan bakal memotong produksi dari kendaraan truk pikap Tundra sebesar 40 persen akibat kurangnya pasokan semikonduktor yang terbatas.

Toyota juga menghentikan aktivitas pabriknya di Guangzhou, China, pada 11 Januari karena kekurangan suku cadang. Fasilitas yang dioperasikan bersama Guangzhou Automobile Group Co itu sedikitnya memproduksi lebih dari 300.000 kendaraan setiap tahun.

Namun, juru bicara perusaaan Shino Yamana mengatakan bahwa pabrik kembali beroperasi pada 12 Januari lantaran telah memperoleh pasokan cip yang dibutuhkan.

Chen Shihua, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Mobil China, mengatakan kekurangan pasokan cip telah menyebabkan dampak besar pada industri mobil China mulai akhir Desember. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga kuartal kedua 2021.

2. Honda Motor Co.

Honda adalah salah satu produsen mobil global pertama yang mengalami kekurangan cip. Perusahaan diketahui mengumumkan penghentian produksi di Pabrik Swindon, Inggris selama dua hari yakni pada 5 dan 6 Januari 2021.

Pada hari ini, Rabu (13/1/2021), Honda menyatakan bahwa akan kembali menghentikan produksi di Swindon mulai 18 Januari karena masalah pasokan. Pabrik rencananya kembali beroperasi pada 22 Januari.

Selain itu, Honda juga melihat dampak kekurangan cip di China dan sedang mempertimbangkan untuk memangkas produksi. “Kami akan mengganti beberapa model dan menyesuaikan shift kerja kami bila perlu,” kata juru bicara Honda.

3. Nissan Motor Co.

Pada 8 Januari 2021, Nissan mengumumkan pengurangan produksi Nissan Note di salah satu pabriknya di Jepang karena kekurangan pasokan cip. Produksi Note akan dipangkas menjadi 5.000 unit dari rencana semula 15.000 unit.

“Kekurangan semikonduktor global telah mempengaruhi pengadaan suku cadang di sektor otomotif. Akibat kekurangan ini, pabrik Oppama di Jepang akan menyesuaikan produksi pada Januari, mengurangi produksi Nissan Note,” kata juru bicara Azusa Momose.

4. Subaru Corp.

Juru bicara Subaru, Kenichi Yano, mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan penyesuaian produksi akibat penundaan pengiriman komponen. Sementara itu, dia tidak merinci pabrik dan model apa yang akan terdampak.

5. Suzuki Motor Corp.

Juru bicara Suzuki dalam sambungan telepon menuturkan bakal ada dampak terhadap kegiatan produksi perusahaan. Suzuki sejauh ini masih memeriksa detail termasuk model mana yang mungkin akan terpengaruh.

6. Mitsubishi Motors Corp.

Juru Bicara Mitsubishi mengatakan bahwa perusahaan sedang memeriksa dampak dari kurangnya pasokan cip. Akan tetapi, sejauh ini Mitsubishi Motors belum menyesuaikan produksi akibat persoalan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang otomotif chip
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top