Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Mazda Merugi Ratusan Juta Dolar AS

Mazda Motor Corp terancam menderita kerugian operasional terbesarnya menyusul penurunan produksi dan penurunan penjualan kendaraan akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 02 Agustus 2020  |  12:50 WIB
Mazda RX-VISION GT3. - Mazda
Mazda RX-VISION GT3. - Mazda

Bisnis.com, JAKARTA - Mazda Motor Corp terancam menderita kerugian operasional terbesarnya menyusul penurunan produksi dan penurunan penjualan kendaraan akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).

Dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2020), produsen mobil nomor lima di Jepang itu mengantisipasi kerugian sebesar 40 miliar yen atau setara 383,5 juta dolar AS untuk tahun fiskal 2020-2021 hingga Maret 2021.

Tak hanya Mazda, sejumlah produsen mobil lainnya pun mengumumkan perkiraan kerugian, seperti Ford, Nissan, dan Mitsubishi.

Bahkan sebelum pandemi corona meluas, Mazda mencatat penurunan laba selama dua tahun terakhir karena penjualan di dua pasar terbesarnya, yaitu Amerika Serikat dan China terus mengalami penurunan.

Hingga Maret 2021, Mazda mengantisipasi penurunan 8 persen dalam penjualan kendaraan global menjadi 1,3 juta unit, terendah dalam 7 tahun terakhir. Penurunan penjualan ini kemungkinan akan mengakibatkan kerugian operasi. Mazda mengatakan akan melupakan pembayaran dividen tahun ini.

Menjelang pengumuman pada Jumat, saham perusahaan turun 7 persen. Mazda mencatat kerugian operasional 45,3 miliar yen untuk kuartal pertama, terlemah dalam 11 tahun. Hal ini dipicu karena penurunan 31 persen dalam penjualan kendaraan antara April dan Juni.

Pada kuartal April-Juni, penjualan turun menjadi 244 ribu unit, sebagian besar disebabkan oleh penurunan permintaan di Jepang dan Eropa. Penjualan di Amerika Utara, pasar terbesar Mazda, turun 19 persen pada periode yang sama.

Namun, penjualan Mazda di China cukup baik dengan adanya kenaikan 13 persen selama kuartal tersebut. Penjualan mobil Mazda di China pulih relatif lebih cepat di tengah pandemi virus corona.

Sepanjang Januari-Juni, Mazda menderita penurunan penjualan global 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi hanya 557.264 unit.

Pasar terbesar Mazda ada di Amerika Serikat dengan angka penjualan 128.869 unit (-7,0 persen), ikuti pasar China 97.330 unit (-8,5 persen), dan Eropa 72.911 unit (-48,2 persen). Adapun di Jepang, Mazda meraup penjualan 89.330 unit (-14,0 persen).

Pada periode yang sama, produksi global Mazda mengalami penurunan 34,7 persen menjadi hanya 488.191 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mazda Motor Corporation pandemi corona

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top