Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saingi Tesla, GM Kembangkan Baterai Mobil Listrik "Jutaan Kilometer"

Para peneliti dan pengembang otomotif hampir menemukan jalan keluar atas masalah keterbatasan jarak tempuh dan masa guna baterai mobil listrik.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  12:50 WIB
Pemandangan pintu masuk Pabrik Barat di Kompleks General Motors, Lordstown, pabrik perakitan di Warren, Ohio, AS, 26 November 2018. REUTERS
Pemandangan pintu masuk Pabrik Barat di Kompleks General Motors, Lordstown, pabrik perakitan di Warren, Ohio, AS, 26 November 2018. REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti dan pengembang otomotif hampir menemukan jalan keluar atas masalah keterbatasan jarak tempuh dan masa guna baterai mobil listrik.

General Motors (GM) menyatakan akan ada baterai mobil listrik yang dapat digunakan hingga "jutaan kilometer."

Wakil Presiden Eksekutif GM Doug Parks, dilansir Reuters pada Selasa (19/5/2020) mengatakan bahwa peneliti di perusahaan mereka sudah mengerjakan baterai mobil listrik dengan teknologi yang lebih canggih.

Ia memastikan, tim GM sedang mengerjakan bagian elektroda nol-kobalt, elektrolit padat dan pengisian daya sangat cepat. Namun, ia tidak mengumumkan kapan pengembangan itu akan selesai.

Baterai mobil listrik saat ini biasanya hanya dapat bertahan setelah digunakan sekitar 100.000 mil -- 200.000 mil (160.000 - 320.000 kilometer).

Tidak hanya GM, Tesla juga merancang baterai canggih bersama perusahaan CATL China. Namun CATL juga memiliki kemitraan dengan GM dan SAIC Motor.

Chief Executive GM Mary Barra sebelumnya menyatakan bahwa mereka ingin menjual 1 juta mobil listrik per tahun mulai 2025 di pasar AS dan China.

Sejumlah pabrikan merek global juga telah menggandeng CALT untuk memasok baterai kendaraan listriknya.

CATL, yang berbasis di provinsi Fujian di Cina Tenggara, memiliki juga perjanjian strategis dengan pembuat mobil termasuk SAIC Motor Corp, Geely, BMW, Volkswagen, Toyota Motor Corp. Beberapa merek lain, seperti Volvo, PSA, dan Polestar juga menggandeng CALT untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listriknya.

Kini, CALT sedang membangun situs produksi Eropa pertamanya di Jerman. Mereka juga memperluas bisnisnya dengan memproduksi baterai untuk kapal dan sistem penyimpanan.

Akhir 2019, GM dan LG Chem, Korea Selatan, telah mengungkapkan rencana investasinya untuk membangun pabrik patungan sel baterai kendaraan listrik di Ohio. Kedua perusahaan itu sepakat untuk membenamkan modal senilai US$2,3 miliar untuk menghadirkan salah satu fasilitas pabrikan baterai terbesar di dunia.

Pabrik dibangun di dekat pabrik perakitan tertutup GM di Lordstown di timur laut Ohio, dan akan mempekerjakan lebih dari 1.100 orang. Konstruksi akan dimulai pada pertengahan 2020 dan pabrik akan memiliki kapasitas tahunan lebih dari 30 gigawatt jam dengan fleksibilitas untuk berkembang.

Mary Barra mengatakan usaha patungan 50-50 dengan LG Chem membidik target "secara dramatis meningkatkan keterjangkauan dan profitabilitas kendaraan listrik."

Barra mengatakan pabrik baterai Ohio akan mempercepat inisiatif pembuat mobil untuk memperkenalkan 20 kendaraan listrik baru secara global pada 2023. "General Motors percaya pada ilmu tentang pemanasan global dan percaya pada masa depan yang serba listrik," katanya.

Sel-sel baterai itu akan digunakan oleh pikap listrik GM yang akan mulai diproduksi pada musim gugur 2021 di pabrik Detroit-Hamtramck.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

general motors Tesla Motors Baterai Mobil Listrik

Sumber : Antara, Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top