Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penjualan Mobil Seken Masih Seret

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan bahwa kinerja penjualan Mobil88 juga mengalami tren penurunan yang kurang lebih sama dengan industri mobil baru.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  12:35 WIB
Penjualan Mobil Seken Masih Seret
Model berdiri di samping mobil seken Mobil 88, di Jakarta. - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan penjualan mobil yang terjadi sepanjang 2019 turut memengaruhi pasar mobil seken. Menjelang akhir tahun, pedagang mobil bekas bahkan semakin terhimpit akibat strategi perang harga yang dilakukan pabrikan.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah PT Astra International Tbk., sepanjang Januari—November, penjualan mobil dari pabrik ke dealer mencapai 940.362 unit. Jumlah penjualan ini menurun 11,58% secara tahunan.

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan bahwa kinerja penjualan Mobil88 juga mengalami tren penurunan yang kurang lebih sama dengan industri mobil baru. Penurunan ini, lanjutnya, juga dialami oleh hampir semua pedagang mobil bekas di Tanah Air.

“Kalau mobil baru turun sekitar 12%, walaupun mobil bekas tidak ada yang tahu data pastinya, cuma kalau bicara indikasi saja, saat ini tidak ada pedagang yang tahun ini happy. Bisa juga coba dicek ke leasing, coba cek pembiayaan mobil baru dan mobil bekas, pasti turunnya hampir sama,” katanya kepada Bisnis, bellum lama ini.

Dia menuturkan penjualan mobil bekas juga semakin sulit lantaran aksi perang harga yang dilakukan pabrikan, khususnya menjelang akhir tahun. Hal ini membuat selisih harga mobil baru dengan mobil bekas makin tipis.

Pihaknya tidak terlalu agresif dalam memberikan program penjualan jelang penutupan 2019. Persaingan dengan dealer yang memberikan diskon besar-besaran dinilai terlalu sulit dilakukan.

Dia mengatakan perang harga pabrikan juga disebabkan meningkatnya suplai dari kehadiran sejumlah merek baru di Indonesia. Dia menilai meningkatkan suplai kendaraan otomotif saat ini belum mampu diimbangi dengan kenaikan permintaan yang menyebabkan harga cenderung menurun.

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih juga mengatakan bahwa kondisi pasar mobil bekas pada tahun ini kurang menggembirakan. Penjualan pada tahun ini mengalami penurunan sekitar 10% dibandingkan tahun lalu.

“Perbandingannya, tahun lalu kami masih catatkan penjualan 38.000 unit. Tahun ini, per hari pekan lalu itu di angka itu cuma 33.000—34.000 unit. Kami juga gak mengerti putarannya tahun ini ke mana, orang pada menahan spending semua,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil
Editor : Galih Kurniawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top