Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Desain Dinilai Tak Aman, Tesla Cybertruck Bakal Dilarang Dijual di Jerman

Hal yang menjadi perhatian utama Pemerintah Jerman adalah bentuk Tesla Cybertruck yang dinilai tak lazim dan tidak menjamin keamanan bagi penumpangnya.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  15:32 WIB
Tesla Cybertruck - Tesla Inc
Tesla Cybertruck - Tesla Inc

Bisnis.com, JAKARTA – Sempat menghebohkan dunia otomotif dengan teknologi dan tampilan nyelenehnya, Tesla Cybertruck kini diterpa isu negatif. Kabarnya, Pemerintah Jerman bakal menolak mobil ini dijual di negaranya lantaran dinilai tidak aman.

Hal yang menjadi perhatian utama Pemerintah Jerman adalah bentuk Tesla Cybertruck yang dinilai tak lazim dan tidak menjamin keamanan bagi penumpangnya.

Dilansir Carscoops dari AutomobileWoche, Kamis (19/12/2019), desain bodi Cybertruck juga dianggap membahayakan bagi pejalan kaki. Khususnya pada bagian bonnet dan bumper yang harus didesain ulang untuk mengurangi tekanan manakala terjadi kecelakaan.

Menurut pakar otomotif TUV Stefan Teller, struktur dasar Cybertruck perlu dirombak. “Pengendara seperti merasa aman, padahal tidak,” katanya.

Teller menjelaskan bahan dan bentuk yang terlalu rigid membahayakan bagi pengendara saat terjadi kecelakaan. Bahkan menurutnya, ketersediaan airbag tak banyak membantu dalam kasus tersebut.

“Tak mungikin menjual mobil ini secara massal di Jerman,” katanya.

Bukan kali ini saja pikap elektrik Tesla ini diterpa isu negatif. Sebelumnya Analis Konsultan Otomotif Edmunds Jessica Caldwell mengatakan bahwa mobil itu hanya menyasar segmen pasar kecil. Hal itu membuat harapan CEO Tesla Inc, Elon Musk agar mobil ini berkontribusi terhadap perkembangan energi terbarukan di Amerika Serikat tampak muskil.

“Saya rasa truk itu adalah truk buat dia [Elon Musk] dan teman-temannya di Sillicon Valley, bukan untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan truk untuk kegiatan usahanya,” katanya dikutip dari Reuters.

Kendati demikian, mobil ini terus mendulang popularitas khususnya di Amerika Serikat, dengan jumlah pesanan mencapai ratusan ribu unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top