Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Strategi Toyota Jaga Pangsa Pasar

Hingga Oktober 2019, pangsa pasar pabrikan mobil terbesar di Jepang itu mencapai 32,4%, naik dari posisi Oktober tahun lalu di level 30,6%.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 November 2019  |  18:28 WIB
Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim penurunan penjualan Toyota yang tidak sedalam penurunan industri, merupakan buah dari strategi penyegaran dan peluncuran produk baru pada tahun ini. Hal ini berbuah manis terhadap pangsa pasar yang relatif meningkat.

Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa penurunan penjualan pada tahun tak bisa dihindari, sejalan dengan penurunan penjualan secara nasional. Namun, menurutnya Toyota masih sanggup menjaga kinerja tak melorot terlalu dalam.

Hal itu terlihat dari penurunan penjualan sepanjang Januari—Oktober 2019 yang hanya mencapai sekitar 6% secara tahunan. Penurunan Toyota lebih baik dibandingkan penurunan penjualan total kendaraan pada tahun ini yang mencapai sekitar 12% secara tahunan.

Penurunan yang tidak terlalu dalam itu berimbas positif terhadap total pangsa pasar Toyota di Indonesia. Hingga Oktober, pangsa pasar pabrikan mobil terbesar di Jepang itu mencapai 32,4%, naik dari posisi Oktober tahun lalu di level 30,6%.

Market share kami tahun lalu sekitar 30,6% tahun ini sekitar 32,4%. Kalau bisa sampai Desember mencapai 32%. Hal ini memang hasil yang cukup baik meskipun kompetisinya cukup ketat, pasar turun sekitar 11,8%, sedangkan Toyota turun 6,2%. Itulah kenapa market share kami bisa naik,” katanya, Senin (25/11/2019).

Dia menjelaskan penurunan penjualan itu tak bisa dilepaskan dari pesta demokrasi pada tahun ini yang membuat konsumen menunda pembelian. Hal itu membuat total pasar pada akhir tahun diprediksi tak akan menembus angka 1,15 juta seperti yang dicatatkan pada tahun lalu.

“Tahun ini, sayang sekali penjualan tidak bisa sama dengan tahun lalu, agak menurun. Jadi kami perkirakan sampai akhir tahun, sama dengan perkiraan dengan Gaikindo, sekitar 1 juta unit, tapi tidak bisa mencapai 1,15 juta seperti tahun lalu,” katanya.

Dia mengatakan sejumlah model mencatatkan pertumbuhan pada tahun ini. Salah satunya adalah Rush yang tahun lalu mencatatkan penjualan sekitar 2.000 unit per bulan, naik menjadi 5.000 unit per bulan. Hal itu membuat komposisi model low sport utility vehicle (LSUV) itu mulai menyaingi penjualan Avanza.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota astra motor
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top