Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Toyota : Renault Triber Punya Pasar Sendiri, Tak Akan Ganggu Calya

Renault Triber merupakan kendaraan tujuh penumpang yang akan berhadapan dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra di segmen mobil multiguna kecil berharga murah.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 21 November 2019  |  09:03 WIB
Renault Triber - Renault
Renault Triber - Renault

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai kehadiran Renault Triber tidak mengganggu penjualan Calya sebagai salah satu penguasa pasar mobil multiguna kecil di segmen kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2).

Renault Triber merupakan kendaraan tujuh penumpang yang akan berhadapan dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra di segmen mobil multiguna kecil berharga murah. Meski bukan mobil program KBH2, produk India ini dapat menawarkan harga yang relatif kompetitif dengan dua model tersebut.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto optimistis Calya dapat bersaing dengan sehat di pasar tersebut. Salah satu keunggulan yang membedakan mobil ini adalah sisi nasionalisme untuk konsumen karena merupakan hasil produksi lokal.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa Triber memiliki segmen yang berbeda dengan Calya. Hal itu terlihat dari dampak kehadirannya sejak ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang nyaris tidak mengganggu permintaan Calya.

“Triber kan sudah diperkenalkan pada saat GIIAS, tapi kan tidak memengaruhi permintaannya Calya, bahkan permintaannya tetap naik. Hal ini yang saya bilang bagus, karena pembidikan segmennya itu menambah volume penjualan domestik,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Menurutnya, hal yang kurang diinginkan dari kehadiran pesaing baru adalah penyasaran segmen yang sama. Hal seperti itu, menurutnya tidak akan menambah total volume penjualan di pasar domestik, melainkan hanya memakan kue pasar yang sama.

“Yang saya tidak inginkan adalah kanibalisme produk, tapi ini mereka punya niche market sendiri dan dia membidiknya dengan tepat, orang yang tidak perlu local production, dengan CBU [impor utuh] dengan tambahan spesifikasi khusus, itu cocok untuk mereka,” jelasnya.

Sepanjang Januari—September 2019, total penjualan wholesale Calya tercatat sekitar 36.400 unit, sedangkan penjualan ritelnya mencapai penjualan ritelnya mencapai sekitar 40.600 unit. Mobil ini menjadi kontributor penjulaan terbesar ketiga untuk TAM, hanya kalah dari Avanza dan Rush.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LCGC
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top