Pasar LCGC Makin Berat Tahun Depan

Konsumen di segmen ini sangat terpengaruh bila pertumbuhan ekonomi cenderung melambat pada tahun depan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 November 2019  |  13:48 WIB
Pasar LCGC Makin Berat Tahun Depan
All New Honda Brio Satya. - HMP

Bisnis.com, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkirakan penjualan kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) akan menghadapi tantangan cukup berat pada 2020.

Sejumlah pelaku otomotif menyatakan proyeksi penjualan pada tahun depan akan membaik seiring berlalunya tahun politik. Namun, sejumlah tekanan diprediksi masih akan menjadi tantangan untuk mencatatkan perbaikan penjualan pada tahun depan.

Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan Pemasaran HPM Yusak Billy menjelaskan salah satu segmen yang akan terkena dampak paling besar adalah mobil KBH2 atau yang dikenal juga sebagai low cost green car (LCGC).

Menurutnya, konsumen pada segmen ini didominasi oleh pembeli mobil pertama yang sebelumnya menggunakan kendaraan roda dua. Konsumen di segmen ini, lanjutnya, akan sangat terpengaruh bila pertumbuhan ekonomi cenderung melambat pada tahun depan.

“Pasar LCGC sepertinya yang paling terkena impact tekanan ekonomi karena disana banyak terdapat first time buyer-nya yang berasal dari pemilik kendaraan roda dua,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kendati demikian, dia meyakini masih ada sejumlah segmen kendaraan lain yang akan relatif stabil dan tahan terhadap kondisi ekonomi seperti mobil multiguna kecil atau low multi purpose vehicle (LMPV) dan mobil utilitas sportif kecil atau low sport utility vehicle (LSUV).

“Pasar LMPV dan LSUV masih menjadi segmen paling favorit karena masih menjadi kendaraan keluarga dengan harga kompetitif,” ujarnya.

Secara umum, menurutnya penjualan pada tahun depan akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Meski akan ada sejumlah tantangan, dia tetap optimistis penjualan dapat membaik seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan di atas 5% pada 2020.

“Pertumbuhan pasar otomotif selalu ada korelasi dengan pertumbuhan ekonomi, dan target pertumbuhan ekonomi kita next year di atas 5%. Jadi, saya rasa pasar otomotif masih bisa tumbuh, walaupun banyak tekanan dari sektor riil lainnya,” katanya.

Sepanjang Januari—Agustus 2019, total penjualan wholesales Honda di Indonesia mencapai 97.321, turun sekitar 17,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun, penjualan mobil secara nasional mencapai 753.594 unit, turun 12% secara tahunan.

Adapun pada segmen KBH2, penjualan Honda mencapai 38.406 unit pada periode tersebut. Dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 30.828 unit, realisasi itu meningkat 24,58%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LCGC

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top