Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Ekspor Otomotif, Indonesia Perlu Lakukan Diversifikasi Produk

Industri otomotif nasional dinilai sangat potensial untuk mengerek ekspor pada masa depan, dengan catatan dapat melakukan diversifikasi produk yang sesuai dengan permintaan global.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  10:47 WIB
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal.  - TMMIN
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri otomotif nasional dinilai sangat potensial untuk mengerek ekspor pada masa depan, dengan catatan dapat melakukan diversifikasi produk yang sesuai dengan permintaan global.

Pasalnya, pasar Indonesia sangat kompetitif untuk kendaraan multiguna tetapi pasar global membutuhkan sedan dan SUV.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan pemerintah perlu segera merealisasikan aturan harmonisasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dalam program low carbon emission vehicle (LCEV).

Kehadiran aturan tersebut akan merangsang pasar sedan dan sport ulitility vehicle (SUV) di Tanah Air dalam jangka pendek dan selanjutnya akan kompetitif untuk ekspor. Saat ini pasar domestik dan sekaligus menjadi salah satu model andalan ekspor ialah multipurpose vehicle (MPV).

“Tujuan akhirnya mobil sedan, mobil SUV lebih banyak diproduksi di dalam negeri akhirnya yang kita tuju adalah ekspor. Ini langkah sementara, ujungnya kita ingin ekspor kita meningkat, kita harus difersifikasi produk dulu,” ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Adapun, LCEV merupakan lanjutkan dari kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan populasi kendaraan ramah lingkungan. Aturan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Presiden No.55/2019 terkait kendaraan listrik berbasis baterai.

Pemerintah telah menjadikan otomotif sebagai salah satu dari lima sektor prioritas untuk mendorong ekspor manufaktur mengingat kapasitas pabrik terpasang masih sangat besar. Kementerian Perindustian menargetkan ekspor utuh kendaraan nasional pada tahun ini menyentuh angka 400.000 unit.

Tahun ini beberapa merek baru telah melakukan ekspor utuh seperti Honda yang mengapalkan Brio, Wuling dengan Chevrolet Captiva yang dikembangkan dari Wuling Almaz dan DFSK dengan Super Cab. Salah satu merek yang juga dikabarkan akan melakukan ekspor ialah Isuzu dengan pikap Traga.

Merek baru itu menambah jumlah eksportir kendaaan asal Indonesia yang telah dilakukan oleh Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki dan Hino. Negara tujuan ekspor produk otomotif asal Indonesia ialah Timur Tengah, Asean, Amerika Latin hingga Asia Pasifik.

Di Asean, salah satu pasar yang menantang ialah Vietnam yang menggulirkan rencana melakukan penerapan tarif khusus untuk produk kendaraan yang diimpor. Selain itu, jika program LCEV berjalan peluang untuk ekspor ke Australia juga terbuka karena telah memiliki perjanjian kerja sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekspor Otomotif
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top