Penjualan Mobil Bertransmisi Otomatis Kian Menanjak

Kendaraan penumpang dengan transmisi otomatis lebih diminati masyarakat di kota-kota besar karena dinilai lebih cocok untuk mengarungi kemacetan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  17:55 WIB
Penjualan Mobil Bertransmisi Otomatis Kian Menanjak
ilustrasi. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Kendaraan penumpang dengan transmisi otomatis lebih diminati masyarakat di kota-kota besar karena dinilai lebih cocok untuk mengarungi kemacetan.

“Permintaah terhadap mobil dengan transmisi otomatis tentunya masih lebih banyak dari konsumen yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan yang memang tingkat kemacetan kotanya sangat tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra kepada Bisnis, Senin (7/10/2019).

Dia juga mengatakan bahwa penjualan kendaraan bertransmisi otomatis terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun demikian, tidak berarti secara total penjualan penumpang Daihatsu lebih didominasi mobil bertransmisi otomatis.

“Kalau kita lihat data perbandingan transmisi otomatis dan transmisi manual sampai dengan Agustus ini ini, masing-masing model mempunyai rasio yang berbeda-beda. Sehingga tidak bisa dibuat rata-ratanya secara keseluruhan,” katanya.

Dia menjelaskan, Sigra menjadi kendaran dengan penjualan tipe otomatis paling rendah, hanya 5% dari total penjualan model tersebut. Di sisi lain, Xenia bertranmisi otomatis justru tercatat lebih mendominasi penjualan, sebanyak 55% dari total penjualan kendaraan multiguna tersebut.

Kendaraan dengan transmisi otomatis lebih mahal harganya dibandingkan dengan model bertransmisi manual. Namun di sisi lain, mobil bertransmisi otomatis lebih menawarkan kebnyamanan bagi penumpang dibandingkan transmisi manual.

Perbedaan ini, lanjutnya, mencerminkan rasio penjualan tipe transmisi otomatis dan manual pada mobil-mobil Daihatsu. Dia mengatakan bahwa Sigra merupakan kendaran bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) dengan konsumen yang mementingkan aspek harga. Alhasil, lebih Sigra bertransmisi manual lebih laris karena lebih murah.

Di sisi lain, pengguna Xenia memiliki segmen konsumen dengan kemampuan ekonomi lebih besar daripada pemakai KBH2. Harga mahal, lanjutnya, tak menjadi masalah bagi konsumen pada segmen ini karena pertimbangan kebanyamanan lebih berperan besar.

“Sigra kan KBH2, jadi konsumennya mementingkan harga, sedangkan Xenia dengan harga lebih mahal dan bukan KBH2, pembelinya lebih mampu dan lebih mementingkan faktor comfort,” ucapnya.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia, penjualan mobil penumpang Daihatsu bertransmisi otomatis mencapai 17.509 unit sepanjang Januari—Agustus. Sementara itu, penjualan mobil penumpang dengan transmisi manual mencapai 74.266 unit, atau 80,92% dari total penjualan mobil penumpang Daihatsu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top