Januari-Agustus 2019, Penjualan Kendaraan Masih Melambat

Sepanjang periode Januari-Agustus 2019, penjualan kendaraan domestik turun 13,51% dibandingkan periode yang sama 2018.
Thomas Mola & Ilman A. Sudarwan
Thomas Mola & Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 18 September 2019  |  07:30 WIB
Januari-Agustus 2019, Penjualan Kendaraan Masih Melambat
ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati pasar mulai bergerak naik pada awal semester II/2019, penjualan kendaraan pada Januari-Agustus 2019 masih tertekan. Sepanjang periode itu, penjualan kendaraan domestik turun 13,51% dibandingkan periode yang sama 2018.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah PT Astra International Tbk., menunjukkan penjualan wholesales domestik sepanjang Januari-Agustus sebanyak 660.286 unit, sedangkan periode yang sama 2018 sebanyak 763.444 unit.

Penurunan itu terjadi karena pada semester I/2019 pasar domestik tertekan cukup dalam karena faktor pesta demokrasi yang berdekatan dengan momentum Lebaran. Konsumen menahan belanja sehingga pelaku otomotif kehilangan momentum penjualan.

"Setelah Lebaran, konsumen juga masih wait and see karena ada pameran GIIAS 2019 yang menjadi kesempatan melihat produk baru. Tapi kemudian ada perang dagang juga sehingga pertumbuhan ekonomi nasional sedikit terdampak," ujar Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara kepada Bisnis baru-baru ini.

Pada tahun ini, Gaikindo menargetkan penjualan dapat menyamai pencapaian tahun 2018 yang sebanyak 1,15 juta unit. Target moderat itu juga memperhitungkan tahun politik dan dinamika ekonomi nasional.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan, pasar otomotif nasional cukup sulit untuk mengejar angka penjulan seperti tahun lalu. Walaupun demikian, peluang untuk mencapai penjualan sebanyak 1 juta unit masih terbuka.

Menurutnya, penurunan yang terjadi pada semester I/2019 cukup dalam sehingga berat untuk mengejar ketertinggalan di periode semester kedua. Pada awal semester II/2019, penjualan sejatinya mulai bergerak naik tetapi belum begitu signifikan.

"Pada Juli-Agustus market sudah mulai naik. Tapi memang naiknya belum terlalu tinggi, kalau ditanya sampai akhir tahun kami masih belum melihat 1,1 juta unit, tapi mungkin 1 juta masih tercapai," katanya.

Jika diteliti, kinerja Toyota dan lini otomotif di bawah Astra pada umumnya masih cukup baik. Sepanjang Januari-Agustus, Toyota telah memasarkan 213.223 unit, turun 6,70% atau lebih rendah dari industri.

Toyota menjadi salah satu merek yang sejauh ini aktif melakukan penyegaran produk dan menghadirkan produk baru. Tercatat hingga sejauh ini, Toyota telah memperkenalkan 11 model kendaraan mulai dari sedan, MPV, SUV hingga kendaraan niaga termasuk varian hibrida.

Peningkatan penjualan pada awal semester II/2019 juga dialami Honda. Setelah melambat pada semester pertama, penjualan Honda mulai bergerak naik. Pada Juli dan Agustus Honda mampu mengirimkan kendaraan ke konsumen sebanyak 12.702 unit dan 13.127 unit. Brio Series masih menjadi penopang utama penjualan Honda.

Yusak Billy sebagai Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, penjualan pada Agustus menunjukkan hasil yang positif bagi Honda terutama untuk penjualan ritel yang meningkat.

"Hasil ini tentunya juga membawa dampak positif terhadap level stok yang sehat di dealer kami dan kami akan berupaya mempertahankan tren positif di penjualan ritel dengan menawarkan berbagai program penjualan menarik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top