Pertambangan Lesu, Produsen Truk Maksimalkan Sektor Logistik

PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menilai pasar logistik kini menjadi ceruk pasar potensial bagi penjualan truk.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 13 September 2019  |  08:18 WIB
Pertambangan Lesu, Produsen Truk Maksimalkan Sektor Logistik
Hino Dutro 130 MDL, truk dispenser hindran di GIIAS 2019. - Foto HMSI

Bisnis.com, JAKARTA – PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menilai pasar logistik kini menjadi ceruk pasar potensial bagi penjualan truk. Perseroan optimistis dengan model dimiliki saat ini dapat berkompetisi dengan baik di pasar tersebut.

Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pasar bisnis logistik saat ini lebih sustain dan tahan gejolak. Hal ini dipicu penurunan permintaan di sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menuturkan, penjualan kendaraan komersial Hino yang terserap oleh sektor logistik dan kargo mencapai sekitar 44%, lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di kisaran 40%. Adapun, truk 6x4 yang biasanya diserap sektor pertambangan presentase penjualannya turun dari 39% ke 35%.

“Logistik pasarnya lebih sustain, lebih bertahan dibandingkan dengan mining. Dia sedang rontok sekarang. Tapi sebenarnya logistik terkesan naik karena mining-nya yang rontok,” katanya kepada Bisnis, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, pasar logistik masih akan tumbuh secara stabil dalam beberapa tahun ke dapan. Salah satu pendorong utamanya adalah hadirnya infrastruktur jalan tol, seperti Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatra yang menunjang sektor logistik.

“Produk kami cukup efisien, tergantung juga pada cara mengemudinya dan berapa berat yang dibawa muatannya kan. Tidak perlu besar-besar kami saja 260 [daya kuda/DK] cukup, kami punya yang 350 [DK] juga cukup untuk [kontainer] 40 feet. Terlalu besar tidak efisien juga, cc besar kan ongkosnya besar juga,” katanya.

Santiko menuturkan, memasuki awal semester II/2019, penjualan Hino tumbuh lebih baik dibandingkan semester I/2019. Menurutnya, hal ini didorong oleh selesainya pemilihan umum yang membuat dunia usaha menunda investasinya.

“Semuanya menunjukkan tren naik, untuk kargo oke, infrastruktur oke, trailer untuk pelabuhan juga oke, tracktor head juga, semua oke. Semester I mereka agak hold, mau tidak mau saya harus mengatakan demikian, kemudian setelah jelas, baru mulai melakukan investasi lagi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top