Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebutuhan Truk Berdaya Besar Bakal Meningkat

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai bisnis logistik bakal kembali bergairah dengan hadirnya jalan tol baru pada tahun depan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 12 September 2019  |  21:58 WIB
Model berdiri di samping kendaraan niaga truk Mitsubishi Fuso Fighter varian terbaru saat diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di Tangerang, Banten, Jumat (18/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Model berdiri di samping kendaraan niaga truk Mitsubishi Fuso Fighter varian terbaru saat diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di Tangerang, Banten, Jumat (18/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai bisnis logistik bakal kembali bergairah dengan hadirnya jalan tol baru pada tahun depan.

Kondisi itu pun diharapkan bakal meningkatkan permintaan truk, khususnya yang berdaya besar.

Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman mengatakan, saat ini banyak pengusaha truk mengeluhkan kondisi bisnis logistik. Menurutnya, rata-rata truk yang beroperasi saat ini hanya sekitar 60% dari total truk yang ada.

“Karena ekspor impor turun konsumsi domestik juga lagi turun, tapi untuk kondisi saat ini sektor logistik di semester II/2019 ini kurang bagus,” katanya kepada Bisnis, Kamis (12/9/2019).

Kendati demikian, dalam jangka panjang menurutnya sektor logistik akan kembali menggeliat dengan hadirnya Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra. Dia juga mengatakan, hal ini akan berdampak terhadap industri otomotif dengan tumbuhnya permintaan kendaraan komersial yang sesuai.

Menurutnya, kendaraan yang ada saat ini tidak didesain untuk berpacu di jalan tol. Hal ini disebabkan oleh kebanyakan truk saat ini memiliki mesin kecil dengan revolusi tinggi yang menyebabkan konsumsi bahan bakar boros.

Dia mengatakan, langkah Volvo yang merilis model FM 440 6x2T mencerminkan antisipasi dunia otomotif terhadap kebutuhan kendaraan komersial spesialis jarak jauh. Dia menilai, dengan kapasitas mesin yang besar dan revolusi lebih rendah, kendaraan seperti ini akan lebih optimal dan efisien.

Namun, dia mengatakan bahwa tidak serta merta produk baru Volvo itu akan menjadi primadona bagi para pelaku usaha. Pasalnya, harga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan truk merek Jepang.

“Harganya kan bisa dua atau tiga kali lipat. Sekarang tinggal perbandingannya, harga solar yang dikonsumsi dapat apakah bisa mengkompensasi harga mobil yang mahal,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

truk industri otomotif
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top