Era Kendaraan Listrik, Produksi Industri Komponen Diperkirakan Turun Drastis

Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memperkirakan volume produksi industri komponen otomotif akan berkurang sebanyak 30% jika adopsi kendaraan listrik telah optimal.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 12 September 2019  |  12:10 WIB
Era Kendaraan Listrik, Produksi Industri Komponen Diperkirakan Turun Drastis
ilustrasi. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memperkirakan volume produksi industri komponen otomotif akan berkurang sebanyak 30% jika adopsi kendaraan listrik telah optimal.

Sekretaris Jenderal GIAMM Hadi Suryadipradja memperkirakan jumlah anggota yang memproduksi komponen untuk mesin dengan teknologi pembakaran akan berkurang sekitar 30%.

“Tidak bisa oli sekarang dipakai [untuk electric vehicle/EV], sama dengan komponen sekarang tidak mungkin dipakai,” katanya kepada Bisnis, Rabu (11/9/2019).

Adapun, Ketua Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Rosalina Faried mengatakan pihaknya tidak akan terdampak sebesar GIAMM jika kendaraan listrik semakin masif. Hal tersebut disebabkan oleh tingkat kesulitan produksi yang berbeda antara PIKKO dan GIAMM.

Dia mengatakan, perbedaan mendasar antara kendaraan konvensional dan EV adalah keberadaan mesin pembakaran. Proses produksi mesin pembakaran kendaraan bermotor membutuhkan teknologi yang tinggi yang kerap ditemukan pada anggota GIAMM. Sementara itu, anggota-anggota PIKKO memproduksi komponen dengan teknologi menengah dan menengah bawah.

Walau demikian, Rosalina menilai pihaknya juga akan terkena dampak dari perubahan era tersebut. Pasalnya, industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif memasok bahan baku bagi industri besar komponen otomotif.

“Misalnya, knalpot ada beberapa uraian yang dilas. Part-nya itu kami yang produksi,” katanya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat pertanian Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan industri komponen otomotif akan melakukan transisi dalam memproduksi komponen untuk EV secara bertahap.

“Yang ganti itu power train untuk PCU [power control units]. Nanti pelan-dibuat di dalam negeri,” katanya kepada Bisnis.

Dari sisi teknologi, Juli mengatakan kelengkapan investasi ekosistem industri kendaraan listrik berada di tahap akhir, yakni pabrikan battery cell. Menurutnya, pembangunan pabrik battery cell akan membuat investasi battery pack datang secara otomatis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Komponen Otomotif

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top