Tak Hanya Sepak Bola, Kinerja Otomotif Indonesia Juga Kalah dari Thailand

Padahal, tahun lalu Indonesia masih memimpin sekaligus menjadi salah satu pasar terbesar di Asean.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 12 September 2019  |  07:07 WIB
Tak Hanya Sepak Bola, Kinerja Otomotif Indonesia Juga Kalah dari Thailand
ilustrasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Selain Tim Nasional sepak bola yang harus menelan pil pahit karena kalah dari Thailand, industri otomotif Tanah Air juga harus mengakui keunggulan Negeri Gajah Putih untuk urusan penjualan.

Asean Automotive Federation (AAF) menyatakan, total penjualan kendaraan di kawasan Asean sebanyak 1,69 juta unit pada semester I/2019, hampir sama dengan periode yang sama 2018. Dari jumlah itu, Thailand menjadi pemimpin penjualan dengan 523.770 unit, sedangkan Indonesia sebanyak 481.577 unit.

Padahal, tahun lalu Indonesia masih memimpin sekaligus menjadi salah satu pasar terbesar di Asean. Menurunnya penjualan domestik juga membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang penjualanya tertekan di Asean.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, perlambatan penjualan otomotif domestik terjadi sejumlah faktor yang membuat periode konsumen wait and see menjadi lebih panjang. Pasalnya, pada semester I/2019 terjadi Pemilu yang disusul Lebaran yang kemudian dilanjutkan dengan GIIAS 2019.

"Pasar domestik kita memang turun awalnya karena dampak Pemilu sehingga konsumen wait and see. Ada indikasi setiap kali Pemilu penjualan agak menurun," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/9/2019).

Kukuh yang juga menjabat Secretary General AAF mengatakan, pada tahun ini periode konsumen yang wait and see lebih lama di mana setelah Pemilu langsung disambung dengan Lebaran. Padahal, Lebaran menjadi momentum penjualan bagi pelaku otomotif.

Setelah Lebaran, konsumen pun masih wait and see karena ada pameran GIIAS yang menjadi kesempatan melihat produk baru. Apalagi pada saat bersamaan terjadi perang dagang Amerika Serikat-China sehingga pertumbuhan ekonomi nasional sedikit terdampak.

"Singapura juga melambat, Thailand juga sedikit melambat sehingga berdampak," katanya.

Kukuh menyebutkan, Indonesia telah mengapalkan kendaraan ke kawasan Asean dan kinerja ekspor pada tahun ini sangat baik. Peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor masih terbuka karena memiliki basis produksi yang besar. Tahun ini, Gaikindo menargetkan kinerja ekspor otomotif nasional lebih tinggi dari capaian 2018.

"Kami harapkan bisa di atas jumlah ekspor tahun 2019 yang sebanyak 260.000an unit," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top