Era Kendaraan Listrik, Stasiun Pengisian Listrik Umum Perlu Distandardisasi

Adanya standardisasi tersebut dinilai penting untuk memudahkan pembangunan infrastruktur yang akan menguntungkan produsen kendaraan listrik dan konsumen.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 05 September 2019  |  11:39 WIB
Era Kendaraan Listrik, Stasiun Pengisian Listrik Umum Perlu Distandardisasi
Ilustrasi pengisian daya listrik - Nissan

Bisnis.com, JAKARTA - Standardisasi baterai kendaraan listrik dan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) tengah didiskusikan para pemangku kepentingan. Adanya standardisasi tersebut dinilai penting untuk memudahkan pembangunan infrastruktur yang akan menguntungkan produsen kendaraan listrik dan konsumen.

Kepala BPPT (Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi) Hammam Riza mengatakan bahwa standardisasi stasiun pengisian daya listrik adalah bagian dari ekosistem yang harus dibentuk dalam rangka percepatan masuknya Indonesia ke era kendaraan listrik.

"Kalau tidak standar [SPLU] nanti konsumen akan kesusahan. Standardiasi SPLU pengusulannya bisa dari Kementerian Perhubungan, tapi SNI-nya [Standard Nasional Indonesia] datang dari BSN [Badan Standardisasi Nasional] dan juga akan melibatkan Komite Akreditasi Nasional [KAN]," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya, salah satu contoh teknologi dalam pengisian daya listrik berupa colokan baik motor dan mobil listrik harus sesuai standar nasional supaya bisa diproduksi oleh industri dalam negeri.

"Sekarang ada lima [teknologi pengisian daya] yang sudah kita jadikan usulan awal untuk SNI. Namun, saya belum bisa sebutkan detailnya karena prosesnya masih kliring," ujarnya.

Hammam berharap standardisasi tersebut segera dipastikan dan disahkan sehingga dapt menjadi acuan bagi industri untuk mulai memproduksinya.

Setali tiga uang, standardisasi baterai kendaraan listrik juga masih didiskusikan para pemangku kepentingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top