Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Kota Bakal Dipindah, Toyota Kaji Penambahan Jaringan

Toyota terus melakukan kajian terkait peluang menambah jaringan penjualan di Kalimantan Timur.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  11:15 WIB
Bengkel Toyota. - tunas toyota
Bengkel Toyota. - tunas toyota

Bisnis.com, JAKARTA — Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur diproyeksikan akan membuat mobilitas berubah sehingga pasar otomotif berkembang. Sejauh ini kontribusi penjualan dari Kalimantan masih kecil jika dibandingkan dengan DKI Jakarta.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto mengatakan, jika pemindahan Ibu Kota sudah berjalan, maka permintaan otomotif juga diprediksi akan naik. Toyota terus melakukan kajian terkait peluang menambah jaringan penjualan di Kalimantan Timur.

“Maka apabila rencana pemindahan ini sudah berjalan dan seiring hal tersebut juga dibarengi dengan semakin besarnya kebutuhan market yang lebih besar di kalimantan, tentu hal tersebut akan masuk ke dalam studi kami untuk menambah jaringan agar bisa melayani konsumen dengan baik,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Soerjo menjelaskan, kontribusi penjualan di Kalimantan terhadap total penjualan Toyota baru sekitar 5%, di mana Kalimantan Timur berkontirbusi sebesar 2%. Toyota tercatat memiliki 7 jaringan penjualan di Kalimantan Timur.

Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy Suwandi mengatakan, penjualan Toyota di Kalimantan Timur tergolong sangat baik karena ada dua kota besar yakni Samarinda dan Balikpapan. Penjualan kendaraan komersial seperti kabin ganda, katanya cukup besar di Kalimantan Timur.

TAM mencatat pada 2018, total penjualan Toyota di Kalimantan Timur sebanyak 6.245 unit, sementara pada Januari-Juli 2019, Toyota telah memasarkan sebanyak 3.330 unit.

"Tahun lalu rata-rata 520 unit per bulan dengan total 6.245 unit. Hingga Juli 2019 sebanyak 3.330 unit atau rata-rata sebanyak 476 unit per bulan untuk semua model Toyota," ujarnya.

Anton tidak menampik jika harga jual kendaraan di Kalimantan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta karena pajak biaya logistik dan kompetisi.

Dilansir laman Auto2000 misalnya, harga Toyota Avanza di Samarinda pada kisaran Rp204,5 juta hingga Rp237,8 juta, sedangkan di DKI Jakarta sebesar Rp188 juta hingga Rp221 juta.

Sementara itu, Suzuki memperluas jaringan penjualan di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Suzuki mengklaim meraih 43,7% di Nusa Bunga pada Januari-Juli 2019.

Makmur, 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, kehadiran diler 3S di Maumere (Sales, Service, Spare Parts) bertujuan memberikan kenyamanan bagi pengguna Suzuki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota astra motor
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top