Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Listrik Rawan Padam, Bagaimana Kesiapan Mobil Listrik?

Kementerian Perindustrian angkat bicara terkait pemadaman listrik yang terjadi, serta kesiapan Indonesia untuk masuk era kendaraan listrik dan dampak ke pabrik otomotif.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  18:40 WIB
Tiga bus listrik melintas saat diuji coba di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta.  - ANTARA
Tiga bus listrik melintas saat diuji coba di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian angkat bicara terkait pemadaman listrik yang terjadi, serta kesiapan Indonesia untuk masuk era kendaraan listrik dan dampak ke pabrik otomotif.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan, hingga sejauh ini belum ada laporan terkait dampak padam listrik dari pabrikan otomotif.

"Itu kan kejadiannya Hari Minggu [4/8/2019], kalau Minggu kan tidak beroperasi, mungkin untuk jalan tol dan lainnya. Tapi kalau industri setahu saya minggu libur, dan beberapa industri punya pembangkit sendiri," ujarnya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Terkait kesiapan mobil listrik dengan masalah padam listrik, Harjanto menegaskan yang dimaksudkan dengan mobil listrik tidak hanya berbasis baterai melainkan juga hibrida. Mengutip laporan kajian enam universitas, dia mengatakan mobil listrik hibrida merupakan salah satu yang cocok untuk Indonesia.

Menurutnya, yang menjadi perhatian Kemenperin ialah ketersediaan infrastruktur dan keterjangkauan harga mobil listrik. Pasalnya, semakin besar baterai, semakin mahal harga kendaraan listrik.

"Kalau Pak Menteri Perindustrian bilang kan bus, taksi, sepeda motor karena bisa pakai baterai swap. Kalau charging time itu jadi kendala bisa pakai charging swap sehingga bisa diganti," katanya.

Harjanto mengatakan, untuk stasiun pengisian daya listrik (charging station), di banyak negara pemerintah berinvestasi besar untuk membangun fasilitas tersebut. Adapun di Tanah Air, katanya, pemerintah memberikan insentif bagi swasta yang membangun charging station seperti yang diatur dalam perpes mobil listrik.

"Kan melalui Perpres mobil listrik sudah ada payung hukum yang kami anggap memberikan dorongan industri dalam negeri membangun charging station," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top