Mobil Murah Bermunculan, Toyota Tak Akan Tinggalkan LCGC

Toyota menyatakan tidak akan meninggalkan pasar low cost green car kendati tren penjualannya terus menurun.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  17:34 WIB
Mobil Murah Bermunculan, Toyota Tak Akan Tinggalkan LCGC
Model berfoto dengan kendaraan Toyota New Agya. - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA - Toyota menyatakan tidak akan meninggalkan pasar low cost green car (LCGC) kendati tren penjualannya terus menurun.

Pasalnya, pada tahun lalu, jenis ini masih memberikan kontribusi hingga 20% dari total penjualan 1,1 juta unit yang dicatat Gaikindo.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa akan tidak bijaksana bila Toyota meninggalkan pasar LCGC kendati trennya terus menurun.

"Walaupun terus menurun, jangan lupa, tahun lalu LCGC menyumbang sekitar 20% dari total penjualan tahun lalu. Akan tidak bijaksana kalau pasar itu ditinggalkan," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (27/7/2019).

Dia memastikan kendaraan yang memiliki kandungan lokal tinggi ini tetap menjadi fokus Toyota bersama dengan model-model lainnya.

Pria yang akrab disapa Soerjo ini juga menanggapi fenomena baru yakni sejumlah produk baru harganya 'mampir' di kelas LCGC tetapi tidak masuk dalam program pemerintah tersebut.

Kendaraan terbaru adalah Renault Triber yang diluncurkan di Gaikindo Indonesia Interntional Auto Show (GIIAS) 2019. Mobil tujuh penumpang yang memiliki empat varian ini diperkirakan dibanderol dengan harga antara Rp135 juta hingga Rp175 juta.

Soerjo mengatakan bahwa sebagai merek mobil yang kembali mulai berkompetisi melawan para pemain lama memang harus menggunakan strategi khusus untuk bisa menarik perhatian masyarakat.

"Harus ada gimmick yang menarik, penambahan fitur dan yang lainnya bisa dilakukan. Saya pun juga akan melakukan hal yang sama bila di posisi yang sama. Namun, yang menjadi pertanyaan kenapa tidak masuk ke LCGC?" katanya.

Chief Operating Officer (COO) PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), Davy J Tuilan mengatakan bahwa Renault Triber bisa dibilang masuk ke dua kelas yakni kendaraan serba guna dan LCGC.

Menurutnya, dari sisi daya tampung penumpang, Triber masuk di kelas MPV (multi purposed vehicle) yakni mampu memuat 5-7 penumpang, tetapi dari sisi mesin berada di kelas LCGC yakni 1.000 cc.

"Renault Triber bisa diterima di segmen besar, mulai dari LCGC lima seater, LCGC tujuh seater, LMPV, dan juga hatchback," ujarnya saat peluncuran Renault Triber di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bukan hanya Renault, pabrikan asal China, DFSK juga memiliki line up SUV (sport utility vehicle) dengan harga di bawah rata-rata merek lainnya. Glory 560 hadir dengan harga Rp189 juta di tengah produk sejenis lain yang dibanderol dengan harga di atas Rp200 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LCGC

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top