Mobil Pikap, Sang Teman Pengusaha Kecil Melaju

Kebutuhan pikap dengan daya angkut lebih besar dan efisien tampak terus begerak naik. Produsen otomotif pun berlomba menghadirkan pikap yang lebih efisien sekaligus dengan daya angkut yang lebih besar.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 07 Juli 2019  |  20:18 WIB
Mobil Pikap, Sang Teman Pengusaha Kecil Melaju
All-New Suzuki Carry mengincar sektor usaha kecil dan menengah. - suzuki.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan pikap dengan daya angkut lebih besar dan efisien tampak terus begerak naik. Produsen otomotif pun berlomba menghadirkan pikap yang lebih efisien sekaligus dengan daya angkut yang lebih besar.

Albert Trijaya Wiguna, Pemilik Bakpia Kenes di Yogyakarta misalnya menyebut salah satu pertimbangan menggunakan pikap untuk logistik ialah efisien dan daya angkut yang baik. Bakpia Kenes tercatat menjadi salah satu konsumen Suzuki New Carry.

“Saya sudah menggunakan Carry Pick Up sejak tahun 2000-an. Ketangguhannya membuat saya memutuskan untuk menggunakannya dalam mengakomodasi jalur distribusi Bakpia Premium Kenes,” ujarnya baru-baru ini.

Bakpia Kenes tercatat memiliki 12 unit Suzuki Carry di mana dalam sehari harus melalui 8–12 checkpoint sehingga efisiensi sangat multak. Tambah lagi, biaya perawatan juga kompetitif sehingga menjadi nilai lebih.

Seperti diketahui, pikap merukan salah satu model yang memungkinkan beragam modikasi sesuai kebutuhan sehingga menjadi pilihan pelaku usaha. Beberapa model modifikasi yang sering dipakai pelaku UKM ialah mobil toko, mobil box, angkutan umum hingga blind van untuk logistik.

Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra menyebut, mayoritas konsumen Carry pikap adalah pelaku UKM sehingga kehadiran infrastruktur jalan membuka peluang baru bagi pelaku UKM untuk memasarkan produk di luar kotanya.

“Misalnya dulu mau makan apel harus ke Malang sekarang di kota-kota besar termasuk Jakarta sudah ada karena jalan sudah lancar dan diangkut menggunakan pikap,” paparnya.

Donny menyebut kehadiran generasi terbaru New Carry merupakan usaha Suzuki untuk menjawab kebutuhan konsumen pikap. Produk yang diperkenalkan pada IIMS 2019 itu menawarkan daya angkut yang lebih luas, perawatan yang irit, hingga lebih efisien untuk konsumsi bahan bakar hingga 15% dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan beragam keunggulan yang ditawarkan, Suzuki menargetkan New Carry dapat dipasarkan sekitar 5.000 unit per bulan. Sejauh ini, Carry menjadi salah satu penyumbang volume penjualan bagi Suzuki bersama model low multi purpose vehicle (LMPV) Ertiga.

“Konsumen pikap beda dengan komersial, karena pikap untuk usaha jadi mereka akan gunakan pikap yang sudah teruji dan tidak berani coba-coba,” kata Donny.

Sejak dirilis pada 25 April lalu, penjualan New Carry hingga Mei sebanyak 7.578 unit. Dengan beragam nilai lebih, Suzuki optimis Carry dapat mempertahankan posisi rajanya pikap Indonesia. Secara total, Suzuki tercatat mampu memasarkan sebanyak 19.376 unit pikap pada 5 bulan pertama 2019 sekaligus memantapkan posisi penguasa pasar pikap.

Adapun, pesaing terdekat Suzuki Carry ialah Gran Max racikan Daihatsu dan pendatang baru yang mulai dilirik yakni DFSK Supercab. Model pikap ini juga menjadi salah satu penopang baik bagi Daihatsu ataupun DFSK.

Pada 5 bulan pertama, Gran Max tercatat dipasarkan sebanyak 14.969, melambat dibandingkan periode yang sama 2018. Walaupun demikian, Gran Max selalu masuk dalam daftar tiga besar penyumbang volume penjualan mengekor model kendaran LCGC Sigra dan Ayla.

Pikap DFSK Supercab menjadi salah satu yang mulai naik daun. Sepanjang 5 bulan pikap pabrikan China ini tercatat dipasarkan sebanyak 612 unit, atau berkontribusi sekitar 48% terhadap total penjualan DFSK.

Managing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile (DFSK) Franz Wang sebelumnya mengatakan, kebutuhan kendaraan komersial ringan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Supercab diarahkan untuk memenuhi kebuhan logistik dan menjadi kendaraan usaha yang bisa diandalkan.

“Kami melihat segmen kendaraan komersial ringan sangat baik dan terus berkembang. Kami berharap, Super Cab mampu membantu para pelaku industri di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan logistik dan bisa menjadi kendaraan yang diandalkan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pasar Pikap

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top