Pemerintah Didorong Gunakan Bus Listrik

Pemerintah diharapkan menjadi salah satu pionir penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air untuk mengedukasi dan membangun kesadaran konsumen.
Thomas Mola | 23 April 2019 16:49 WIB
Bus Listrik BYD Bakrie. - BISNIS

Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah diharapkan menjadi salah satu pionir penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air untuk mengedukasi dan membangun kesadaran konsumen.

Ketua Tim Mobil Listrik Nasional (Molina) Agus Purwadi mengatakan, jika 10% dari total pengadaan kendaraan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan setiap tahun menggunakan bus listrik maka akan sangat membantu populasi kendaraan listrik. Pasalnya, setiap tahun pemerintah membelanjakan sekitar 1.000 unit bus.

"Sebanyak 10% itu 100 per tahun, untuk peremajaan itu yang biasanya bus, kan lebih murah karena rutenya jelas dan pengisian daya lebih mudah," ujarnya di Denpasar, Selasa (23/4/2019).

Agus menjelaskan, arah pemerintah ialah mengurangi konsumsi bahan bakar yang saat ini menjadi salah satu penyumbang defisit. Agar tujuan itu tercapai, penggunaan kendaraan listrik baik itu hibrida (hybrid ICE), hibrida colokan (PHEV) maupun baterai murni (BEV) harus menyasar segmen yang gemuk di Tanah Air.

Pasalnya, mobil listrik hibrida bisa hemat bahan bakar hingga 50% dibandingkan mesin konvensional, sedangkan PHEV sekitar 70%, dan BEV 100% karena murni menggunakan baterai.

"Jadi harus menyasar segmen yang besar seperti di MPV atau SUV," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup