Penjualan Melemah, Nissan Pangkas Produksi Hingga 15 Persen, Terbesar dalam Satu Dekade

Pengurangan produksi itu merupakan yang paling besar sejak lebih dari satu dekade. Perusahaan Jepang tersebut terus berupaya mengantisipasi anjoknya penjualan di pasar luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri | 19 April 2019 13:45 WIB
Sebuah van membawa mantan Chairman Nissan Carlos Ghosn, Kamis (4/4/2019). - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Nissan Motor Co. Ltd. akan memangkas produksi global sekitar 15 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2020.

Kebijakan itu menunjukkan perusahaan tersebut telah bergeser dari ekspansi agresif yang dilakukan oleh mantan Chairman Nissan, Carlos Ghosn, menurut laporan Nikkei sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (19/4/2019). 

Pengurangan produksi itu merupakan yang paling besar sejak lebih dari satu dekade. Perusahaan Jepang tersebut terus berupaya mengantisipasi anjoknya penjualan di pasar luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. 

Nissan akan memproduksi sekitar 4,6 juta unit kendaraan pada tahun fiskal 2019, tulis Nikkei sebagaimana mengutip rencana yang dikomunikasikan kepada pemasok material mobil. 

Kebijakan Nissan tersebut kemungkinan akan berdampak pada pendapatan dan aliansi Nissan dengan produsen mobil Prancis Renault SA.

Awal tahun ini, Nissan, yang telah berjuang melawan penurunan penjualan, menurunkan perkiraan laba operasi untuk tahun fiskal saat ini menjadi 450 miliar yen (U$4 miliar) atau 22% lebih rendah dari tahun sebelumnya. Angka itu akan menjadi laba terendah Nissan sejak 2013.

Harga saham Nissan, terperosok dalam skandal pelanggaran keuangan yang melibatkan Ghosn dan perusahaan itu sendiri. Saham perusahaan tersebut diperdagangkan turun 1,2 persen pada sesi pagi hari ini.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nissan

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup