Shell Eco-Marathon Asia Kembali Digelar di Malaysia

Malaysia akan kembali menjadi tuan rumah ajang Shell Eco-marathon Asia (SEM Asia) 2019, yang merupakan bagian dari program global Make the Future Live. Bertempat di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, kompetisi tersebut akan digelar di tempat pertama kali ajang SEM Asia diadakan pada 2010.
Fatkhul Maskur | 12 Februari 2019 17:30 WIB
Mobil berlaga di Shell-Eco Marathon. - SHELL

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia akan kembali menjadi tuan rumah ajang Shell Eco-marathon Asia (SEM Asia) 2019, yang merupakan bagian dari program global Make the Future Live. Bertempat di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, kompetisi tersebut akan digelar di tempat pertama kali ajang SEM Asia diadakan pada 2010.

Ajang ini sekaligus menandai 10 tahun diselenggarakannya kompetisi yang menantang para mahasiswa untuk mendesain dan merakit beragam mobil hemat energi dan berkompetisi di lintasan balap.

Di ajang Shell Eco-marathon Mileage Challenge yang berlangsung pada 29 April hingga 2 Mei ini, lebih dari 100 tim dari seluruh kawasan di Asia dan Timur Tengah akan menguji mobil-mobil hemat energi rakitan mereka untuk menentukan siapa yang dapat menempuh jarak terjauh dengan konsumsi energi paling sedikit.

Pada 2018, ketika Singapura menjadi tuan rumah, tim pemenang berhasil melaju sejauh 2.341 kilometer – setara dengan jarak Jakarta-Bangkok – dengan menggunakan satu liter bahan bakar!

“Setiap tahun, kami menyaksikan standar performa tim yang semakin meningkat, begitu juga semangat dan kegigihan para mahasiswa peserta Shell Eco-marathon Asia,” kata Shanna Simmons, Direktur Teknis Shell Eco-marathon Global, dalam keterangan pers, Selasa (12/2/2019).

Dia menjelaskan sirkuit Internasional Sepang di Malaysia adalah lokasi sempurna yang akan menjadi saksi lahirnya berbagai inovasi baru desain kendaraan. "Kami menantikan kembali tahun yang menarik di ajang Shell Eco-marathon Asia."

Para tim mahasiswa juga memiliki kesempatan bertanding di ajang Shell Eco-marathon Driver’s World Championship. Ajang yang pertama kali diperkenalkan di program Shell Eco-marathon 2016 ini, menantang tim-tim UrbanConcept terbaik untuk memadukan tingkat efisiensi energi kendaraan mereka dengan kecepatan dan keahlian pengemudi di lintasan balap untuk menentukan siapa yang tercepat mencapai garis finish dengan konsumsi bahan bakar paling efisien.

Tim-tim pemenang akan berkesempatan bertanding di London melawan para tim dari kawasan Eropa dan Amerika.

Pada 2018, ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Indonesia berhasil menjadi pemenang Drivers’ World Championship. ITS Team 2 merupakan tim Asia kedua yang menjuarai ajang yang telah berlangsung selama tiga tahun tersebut.

Sementara itu, Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menjadi tim dari Asia dan Indonesia pertama yang menjuarai Drivers’ World Championship 2016, dengan mengalahkan tim-tim dari Amerika dan Eropa.

Tag : Shell Eco Marathon
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top