Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hong Kong Banyak Mobil Listrik, Kenapa?

Mobil-mobil listrik besutan pabrikan otomotif maupun perusahaan teknologi dunia, misalnya Tesla, BMW, Toyota, Honda, Renault, Volvo hingga Nissan, ternyata begitu mudah dijumpai di keramaian lalu lintas Hong Kong.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  09:10 WIB
Mobil listrik Tesla Model X di jalanan kota Hong Kong, Jumat (25/1/2019).  - ANTARA News/Alviansyah P.
Mobil listrik Tesla Model X di jalanan kota Hong Kong, Jumat (25/1/2019). - ANTARA News/Alviansyah P.

Bisnis.com, HONG KONG - Mobil-mobil listrik besutan pabrikan otomotif maupun perusahaan teknologi dunia, misalnya Tesla, BMW, Toyota, Honda, Renault, Volvo hingga Nissan, ternyata begitu mudah dijumpai di keramaian lalu lintas Hong Kong.

Berdasarkan pengamatan di Hong Kong, 23-26 Januari 2019, mobil-mobil listrik itu dikemudikan dari berbagai kalangan usia, baik pria berpakaian setelan jas, anak muda, ibu rumah tangga membawa anaknya yang masih kecil, hingga kalangan lanjut usia pun ada yang mengemudi di balik setir mobil listrik.

Telsa Model S dan Model X, BMW i3, Renault Zoe dan Nissan Leaf pun mudah dijumpai di parkiran umum, berbaris di lampu merah, atau berhenti di depan toko-toko.

Seorang pemilik kendaraan listrik di kawasan Kowloon, Hong Kong, mengatakan harga bensin yang mahal -- lebih dari US$2 per liter (sekira Rp29.000) -- membuat mereka beralih memakai mobil berpenggerak listrik.

"Kami bisa isi daya di rumah. Harga bahan bakar di sini cukup mahal," kata Peter Li, seorang warga yang mengisi daya listrik mobil Nissan Leaf di depan sebuah ruko di Kowloon, Jumat (25/1).

Mengacu data Global Petrol Prices yang diumumkan pada 21 Januari, harga bensin di Hong Kong memang mahal, mencapai US$2,06 per liter, melewati Islandia atau Norwegia seharga US$1,7 - US$1,8 per liter.

Peter juga mengatakan, dengan menggunakan mobil listrik, setidaknya dapat menghemat pengeluaran untuk mobilitas sehari-hari karena ongkos menggunakan kendaraan pribadi di Hong Kong cukup tinggi, meliputi pajak, perawatan hingga ongkos parkir.

Sebagai informasi, biaya parkir setiap satu jam di Hong Kong mencapai HK$20-HK$25 Kong (sekira Rp35.000-Rp45.000). Sedangkan biaya parkir berlangganan selama sebulan mencapai $HK2.500 atau Rp4,5 juta.

Faktor lain yang membuat mobil listrik dilirik konsumen Hong Kong adalah insentif pajak yang menggiurkan, mencapai HK$97.500 (Rp174,7 juta), untuk registrasi kendaraan pertama.

"FRT (first registration tax) untuk mobil listrik pribadi akan terus dibebaskan hingga HK$97.500 dari 1 April 2018 hingga 31 Maret 2021, seperti saat ini," demikian dikutip dari laman Departemen Perlindungan Lingkungan Pemerintah Hong Kong.

Sedangkan pajak yang dikenakan untuk kendaraan dengan mesin bakar konvensional bisa mencapai HK$250.000.

Dilansir Hong Kong Free Press yang mengutip data penjualan pada 2016, penjualan Tesla di negara itu mencapai 6.000 unit, melampaui di Inggris sebanyak 2.000 unit dan Kanada 1.800 unit.

Besarnya insetif pajak membuat penjualan Tesla laris manis di negara yang sudah memiliki sistem transportasi yang mapan, mulai dari kereta api, bus, trem, taksi hingga feri, kata Hong Kong Free Press.

Kebijakan untuk kendaraan pribadi pun sejalan dengan armada transportasi umum, misalnya taksi, yang sudah menggunakan mobil-mobil bermesin hybrid.

South China Morning Post pada Jumat (25/1) mewartakan bahwa Crown Motors -- distributor tunggal taksi Toyota di Hong Kong -- telah meluncurkan Comfort Hybrid, yang secara bertahap akan menggantikan sebanyak 18.163 unit taksi Toyota Crown berbahan bakar gas LPG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top