Permintaan Melesu, Nissan Pangkas Produksi Besar-besaran di China

Nissan Motor Co berencana memangkas produksi kendaraan di China sebanyak 30.000 unit dalam beberapa bulan mendatang, di tengah pergulatan produsen mobil dengan penurunan permintaan di pasar mobil terbesar di dunia itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Desember 2018  |  14:00 WIB
Permintaan Melesu, Nissan Pangkas Produksi Besar-besaran di China
Nissan Qashqai. - NISSAN

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co berencana memangkas produksi kendaraan di China sebanyak 30.000 unit dalam beberapa bulan mendatang, sumber menjelaskan hal tersebut kepada Reuters, di tengah pergulatan produsen mobil dengan penurunan permintaan di pasar mobil terbesar di dunia itu.

Setelah Ford Motor Co dan Hyundai Motor Co, Nissan menjadi produsen mobil terbaru yang memangkas produksi di negara itu, di mana pertumbuhan ekonomi yang melambat dan perang dagang yang melumpuhkan dengan Amerika Serikat telah memukul penjualan kendaraan dalam beberapa bulan terakhir.

Nissan berencana memangkas produksi di China dengan total 30.000 unit selama periode Desember--Februari dari rencana produksi awalnya, kata orang yang menolak disebutkan namanya karena rencana itu tidak dipublikasikan.

Para pembuat mobil menetapkan rencana awal tentang berapa banyak kendaraan yang akan diproduksi di masing-masing pabrik mereka. Rencana ini dapat dimodifikasi karena permintaan, masalah rantai pasokan, dan faktor lainnya. Tidak diketahui berapa banyak yang telah direncanakan Nissan untuk diproduksi dalam 3 bulan.

Produsen mobil ini menghasilkan hampir 400.000 unit di negara itu selama periode 3 bulan yang berakhir Februari tahun ini. Periode ini mencakup 2 bulan pertama tahun ini, ketika penjualan biasanya lambat menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Harian bisnis Nikkei melaporkan pada Kamis malam bahwa Nissan berencana memotong produksi di tiga pabrik di China, termasuk satu di Dalian, tempat memproduksi model crossover SUV Qashqai dan Infiniti QX50 yang populer, dan di Zhengzhou, di mana ia membuat X-Trail SUV crossover, salah satu model terlarisnya, dan model merek Venucia.

Seorang juru bicara Nissan di Beijing menolak mengomentari rencana produksi masa depan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat.

China adalah pasar terbesar kedua Nissan, terhitung sekitar seperempat dari penjualan kendaraan global tahunannya. Nissan menjual 1,5 juta kendaraan di China tahun lalu, dan awal tahun ini mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan penjualan menjadi 2,6 juta unit pada 2022, menjadikan China pasar terbesar dalam hal penjualan kendaraan.

Akan tetapi meningkatnya permintaan terhadap mobil di China tampaknya telah berakhir, dengan catatan penurunan penjualan tahunan untuk pertama kalinya sejak setidaknya tahun 1990. Penjualan grup Nissan di China naik 3,9% pada Januari--November, melambat dari lonjakan 12% setahun lalu.

Perlambatan di pasar utama terjadi pada saat produsen mobil Jepang itu bergulat dengan skandal yang melibatkan dugaan pelanggaran keuangan Carlos Ghosn, yang menyebabkan penangkapannya dan pemecatan berikutnya sebagai ketua, dan mempererat hubungan dengan mitra otomotif Prancis Renault SA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top