Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPPT Resmikan Dua Fast Charging Station Mobil Listrik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) secara resmi memperkenalkan dua fasilitas pengisian daya cepat untuk kendaraan listrik di kantor BPPT Jakarta dan Serpong. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu stasiun pengisian daya sekitar Rp500 juta.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 05 Desember 2018  |  17:00 WIB
5. (ki-ka) Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang Agroindustri dan Bioteknologi BPPT; Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan; Eniya Listiani Dewi, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Mineral BPPT; Wimpie Agoeng Noegroho Aspar, Sekretaris Utama BPPT; dan Hammam Riza, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT. - MMKSI
5. (ki-ka) Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang Agroindustri dan Bioteknologi BPPT; Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan; Eniya Listiani Dewi, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Mineral BPPT; Wimpie Agoeng Noegroho Aspar, Sekretaris Utama BPPT; dan Hammam Riza, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT. - MMKSI

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) secara resmi memperkenalkan dua fasilitas pengisian daya cepat untuk kendaraan listrik di kantor BPPT Jakarta dan Serpong. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu stasiun pengisian daya sekitar Rp500 juta.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) Eng Eniya Listiani Dewi mengatakan, BPPT berupaya untuk mendukung upaya Kementerian Perindustrian yang menargetkan 1,2 juta unit kendaraan listrik pada 2035. Untuk bisa merangsang konsumen membeli kendaraan listrik ketersediaan pengisian daya menjadi hal mutlak.

"Ini kami karena masih dana pemerintah, model tender ini kemarin Rp500 juta-an, tapi sudah fasilitas photovoltaics," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Eniya menuturkan, untuk mempercepat ketersediaan stasiun pengisian daya kendaraan listrik, setiap kementerian dan lembaga perlu untuk menyediakan fasilitas tersebut. Hal itu bertujuan mengedukasi dan merangsang masyarakat untuk memiliki kendaraan listrik.

Pada tempat yang sama, Director of Coordination & Development Division PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Ogi Ikematsu mengapresiasi langkah BPPT menyediakan dua chargin station. Langkah selanjutnya ialah mengembangkan lebih banyak lagi stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik.

"Pertama kami sangat senang BPPT mengembangkan charging stasion, kami sangat mengapresiasi, teknologinya sekarang tersedia di Indonesia. Langkah selanjutnya bagaimana meningkatkan jumlahnya," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

charger
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top