Donald Trump Ancam Cabut Subsidi untuk General Motors

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghapus subsidi untuk General Motors Co sebagai reaksi atas rencana perusahaan memangkas jumlah pekerja dan pabrik di AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2018 09:56 WIB
Chevrolet Bolt EV, kendaraan uji otonom, dirakit di General Motors Orion Assembly di Orion Township, Michigan. (Jeffrey Sauger untuk General Motors)

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghapus subsidi untuk General Motors Co sebagai reaksi atas rencana perusahaan memangkas jumlah pekerja dan pabrik di AS.

"AS menyelamatkan General Motors, dan ini adalah ucapan TERIMA KASIH yang kami dapatkan! Kami berencana menghentikan semua subsidi untuk GM, termasuk ... untuk mobil listrik," ungkap Trump dalam akun Twitternya, Selasa (27/11/2018).

Respons keras Trump tersebut mengguncang investor, menyebabkan saham GM turun 2,6% pada hari Selasa, padahal sempat menguat pada perdagangan sebelumnya sebagai tanggapan terhadap pemotongan biaya produsen mobil tersebut.

Selain mendapat respons dari Trump, Kanada juga bereaksi terhadap rencana GM tersebut. Secara terpisah, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengajak Trump untuk membahas tindakan-tindakan GM, menurut para pemimpin serikat pekerja.

Kemarahan para pemimpin AS dan Kanada meningkatkan tantangan yang akan dihadapi GM dan pesaingnya di Detroit saat mereka melakukan restrukturisasi untuk mengatasi perubahan teknologi dan pasar yang paling dramatis dalam beberapa dasawarsa ini.

Trump terus berupaya meningkatkan lapangan pekerjaan di industri otomotif sebagai prioritas utama selama hampir dua tahun menjabat dan sering menyerang sejumlah produsen mobil di Twitter karena tidak melakukan cukup upaya untuk meningkatkan lapangan kerja AS.

Trump pada hari Selasa menggencarkan serangannya terhadap rencana GM yang akan memangkas 15.000 tenaga kerja dan menutup lima pabrik di Amerika Utara, termasuk empat di AS. Di antara empat pabrik AS tersebut adalah pabrik mobil di Ohio, negara bagian yang sangat penting untuk kemenangan dalam kampanye presiden 2020.

Kendaraan listrik GM memenuhi syarat untuk subsidi pajak US$7.500 berdasarkan undang-undang federal, tetapi tidak jelas bagaimana pemerintah dapat membatasi subsidi tersebut atau apakah Trump merencanakan subsidi lain.

GM mengatakan dalam sebuah pernyataan menyusul komentar Trump bahwa mereka berkomitmen untuk mempertahankan kehadiran manufaktur yang kuat di AS setelah menginvestasikan US$22 miliar untuk kegiatan operasional dalam negeri sejak 2009 dan akan menambah pekerjaan baru di bidang kendaraan listrik dan otonom.

“Pemangkasan akan memposisikan perusahaan untuk sukses jangka panjang dan mempertahankan serta menumbuhkan lapangan kerja di AS," kata GM, seperti dikutip Reuters. Ditambahkan bahwa banyak pekerja di pabrik yang terkena dampak akan dapat pindah ke pabrik GM lainnya.

Chief Executive GM Mary Barra berbicara kepada Trump selama akhir pekan untuk membahas langkah perusahaan dan berada di Gedung Putih pada hari Senin untuk bertemu dengan penasihat ekonomi Larry Kudlow.

Kudlow mengatakan kepada wartawan Selasa bahwa pemerintah telah membantu GM dengan standar efisiensi bahan bakar dan peraturan lainnya. "Kami telah melakukan ini untuk membantu Anda dan saya pikir kekecewaannya adalah, sepertinya mereka (GM) berpaling dari Trump," kata Kudlow.

Trump juga mengkritik GM karena tidak menutup fasilitas di Meksiko atau Cina. "General Motors membuat taruhan besar di China beberapa tahun lalu ketika mereka membangun pabrik di sana (dan di Meksiko) - jangan berpikir bahwa taruhan tersebut akan terbayar. Saya di sini untuk melindungi Pekerja Amerika!" tulis Trump di Twitter.

GM saat ini membangun hanya satu kendaraan di China yang diekspor ke Amerika Serikat, Buick Envision, dan telah terjual sekitar 22.000 hingga September. GM menjual hampir 2,7 juta kendaraan di China hingga September, hampir semuanya dibangun di China untuk pasar dalam negeri.

Tag : general motors
Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top