ISU PERANG DAGANG: Trump & Abe Setuju Rundingkan Skema Baru Perdagangan Bilateral pada Juli

Asosiasi industri otomotif Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/JAMA) pada hari ini menyampaikan kritikannya atas langkah Pemerintah Amerika Serikat yang menjajaki kenaikan tarif impor mobil asal Jepang.
Linda Teti Silitonga | 08 Juni 2018 12:27 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) meninggalkan konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 7 Juni 2018. - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi industri otomotif Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/JAMA) pada hari ini menyampaikan kritikannya atas langkah Pemerintah Amerika Serikat yang menjajaki kenaikan tarif impor mobil asal Jepang.

Untuk itu, Jepang dan AS direncanakan akan melakukan pembicaraan perdagangan pada Juli, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/6/2018), yang dapat meningkatkan tekanan pada Tokyo untuk membuka pasarnya.

Ketika ketegangan perdagangan antara kedua negara memanas, Presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis. Keduanya setuju untuk membuat persiapan untuk mengadakan pertemuan perdagangan pada bulan Juli yang akan didasarkan pada kerangka kerja baru yang berfokus pada perdagangan bilateral.

Pembicaraan tersebut rencananya dipimpin oleh Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi.

Sementara itu, Washington pada bulan lalu telah melakukan penyelidikan keamanan nasional atas impor mobil yang berbuntut bisa menimbulkan tarif baru bagi impor mobil asal Jepang.

Tarif baru pada impor otomotif dapat meningkatkan biaya bagi produsen mobil Jepang yang melakukan bisnis di Amerika Serikat yang selama ini menjadi pasar otomotif terbesar kedua di dunia.

INDUSTRI OTOMOTIF MERESPONS

Asosiasi produsen mobil Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/JAMA) pada Jumat (8/6/2018) mengkritik langkah Amerika Serikat yang menjajaki kemungkinan menaikkan tarif impor mobil yang berasal dari Jepang.

Dilansir Reuters, JAMA mengungkapkan kenaikan tarif tersebut dapat memiliki dampak negatif pada pelanggan mereka di AS dan industri kendaraan secara keseluruhan.

"Investigasi yang diluncurkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat untuk menentukan dampak impor mobil pada keamanan nasional... akan menciptakan ketidakpastian di kalangan pengguna mobil di AS dan orang-orang yang terlibat dalam industri kendaraan bermotor," ungkap Akio Toyoda, ketua JAMA dan dan Presiden Toyota Motor Corp, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/6/2018)

Seperti diketahui diketahui, AS akhir bulan lalu meluncurkan penyelidikan keamanan nasional terhadap impor mobil dan truk yang dapat berujung pada kenaikan tarif impor pada salah satu produk ekspor utama Jepang ke AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Linda Teti Silitonga
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top